Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Sejak Dini bagi Santriwati PPTQ Qoryatul Qur’an

Tim Poskestren bersama Tim PUSAKA PPTQ Qoryatul Qur’an menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi bagi mahasantri dan santriwati pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 15.30 WIB.

Kegiatan yang bertempat di Ruang Kelas Palestina PPTQ Qoryatul Qur’an Komplek 02 Pucung ini diikuti oleh ustazaat ummahat, ustazaat azibat, mahasantriwati Ma’had Aly, serta santri MATQ Qoryatul Qur’an.

Acara diawali dengan pembukaan dan tilawatil Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow yang dipandu oleh Ustazah Umi Lathifah selaku moderator.

Hadir sebagai narasumber Ibu Bidan Sri Wahyuni, yang menyampaikan berbagai materi penting terkait kesehatan reproduksi wanita serta upaya menjaga kebersihan diri sejak usia dini.

Bidan Sri Wahyuni
Edukasi kesehatan reproduksi bersama Bidan Sri Wahyuni 

Bidan Sri Wahyuni menekankan bahwa kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh yang harus dijaga sejak dini. Untuk itulah edukasi bagi para santri yang sedang tumbuh remaja sangat diperlukan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain pemenuhan gizi seimbang, pengelolaan stres, serta menjaga perilaku hidup sehat. Menurut beliau, stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan siklus menstruasi.

Beliau juga menjelaskan berbagai risiko yang dapat muncul apabila kesehatan reproduksi diabaikan, di antaranya kanker serviks dan kanker payudara. Oleh karena itu, para peserta diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuh dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Pada sesi berikutnya, narasumber membahas tentang keputihan normal dan tidak normal. Keputihan dikategorikan tidak normal apabila jumlahnya berlebihan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Untuk menjaga kesehatan area kewanitaan, peserta dianjurkan tidak menggunakan sabun atau produk berpewangi yang dapat mengganggu keseimbangan pH alami. Pembersihan area tersebut cukup menggunakan air hangat, dan dalam kondisi tertentu dapat ditambahkan garam sesuai kebutuhan.

Selain itu, dibahas pula mengenai iritasi alat kelamin yang dapat dicegah dengan penggunaan pakaian yang longgar dan berbahan nyaman. Penggunaan bahan nilon yang terlalu ketat sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan iritasi.

Materi lain yang mendapatkan perhatian peserta adalah pentingnya melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) secara rutin setiap tiga bulan sekali sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan adanya kelainan pada payudara.

Narasumber juga menjelaskan tanda-tanda kista, seperti nyeri saat menstruasi, mual, dan muntah, serta pentingnya menjaga pola makan dan aktivitas fisik untuk membantu pencegahannya.

Terkait kesehatan menstruasi, Bidan Sri Wahyuni menjelaskan bahwa siklus menstruasi normal umumnya berlangsung selama 5–7 hari, dan hingga 9 hari masih dapat dikategorikan normal.

Apabila berlangsung lebih lama dari batas tersebut, maka perlu dilakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Faktor stres dan ketidakseimbangan hormon juga dapat memengaruhi kelancaran siklus haid.

Narasumber juga memberikan berbagai tips menjaga kesehatan reproduksi, seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, natrium, tepung, dan makanan pedas secara berlebihan.

Beliau turut menjelaskan bahwa perbaikan pola makan dengan memperbanyak protein nabati dan hewani dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi wanita.

Bidan Sri Wahyuni memberikan pesan agar para peserta senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental dengan membiasakan diri untuk tersenyum, tertawa, serta membahagiakan diri sendiri. Menurut beliau, kondisi psikologis yang baik akan memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ikhtiar menjaga amanah kesehatan yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala.

Kontributor: Ustazah Khonsa’ Azzimatul Qolbina

Posting Komentar untuk "Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Sejak Dini bagi Santriwati PPTQ Qoryatul Qur’an"