Ustaz Abdullah Sholeh Hadrami, dai asal Malang, Jawa Timur, berkenan memberikan tausiah kepada para santri peserta upacara bendera Hari Ulang Tahun (dan HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di PPTQ Qoryatul Qur’an.
Upacara dilaksanakan di dua lokasi berbeda, untuk santri-mahasantri MTs, MA, dan Ma’had Aly putra mengikuti upacara di Komplek 01 Kauman 2 dimulai sekira pukul 06.00 WIB. Sementara yang putri terpusat di Komplek 06 Asemlegi Gabeng pada pukul 07.00 WIB.
Ustaz Abdullah Sholeh Hadrami menyampaikan tausiah pada dua kesempatan itu, baik di putra maupun di putri. Kehadiran beliau menjadi bagian istimewa dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.
Ustaz Abdullah Shole56h Hadrami dikenal sebagai seorang dai yang pernah menimba ilmu langsung kepada Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimi. Beliau mengedepankan pendekatan yang moderat, toleran, serta menekankan pentingnya persatuan umat Islam dan penyucian jiwa (tazkiyatun nufus).
Beliau juga kerap mengajak kaum muslimin untuk menghargai perbedaan pandangan fikih dengan penuh adab tanpa saling mencela maupun menghujat. Kali ini Ustaz Hadrami mengakak mensyukuri nikmat tinggal di Indonesia dan mengisi kemerdekaan dengan kebaikan.
![]() |
| Ustaz Hadrami berikan tausiah pada para peserta upacara |
“Indonesia adalah negeri yang luar biasa. Kita dilahirkan, dibesarkan, dan berjuang di negeri ini. Dengan segala perbedaan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang, Allah menyatukan semuanya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap beliau.
Keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan karunia yang harus terus disyukuri. Mengutip Surah Ar-Rahman, beliau mengajak seluruh peserta untuk merenungkan firman Allah, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ustaz Hadrami juga menjelaskan tiga ciri negeri yang sejahtera sebagaimana disebutkan dalam Surah Quraisy, yaitu kebebasan beribadah, terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat, dan terjaminnya keamanan. Ketiga nikmat tersebut merupakan anugerah besar yang saat ini masih dapat dirasakan oleh bangsa Indonesia.
“Keamanan dan persatuan adalah nikmat yang sangat mahal. Karena itu kita harus menjaganya bersama dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merusak persaudaraan dan ketenteraman bangsa,” pesan beliau.
Selain membahas tentang nikmat sebuah negeri yang sejahtera, beliau juga menyampaikan hadis Rasulullah Saw., tentang tiga nikmat yang menjadikan seseorang seakan-akan memiliki seluruh dunia, yaitu keamanan, kesehatan, dan kecukupan makanan.
Selanjutnya, Ustaz Hadrami mengulas cara mengisi kemerdekaan berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dalam Surah Al-Hajj ayat 41. Beliau menyebutkan empat pilar utama yang harus ditegakkan oleh umat Islam, yaitu mendirikan salat, menunaikan zakat, melaksanakan amar makruf, dan menjalankan nahi mungkar.
Menurut beliau, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan penguatan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, semangat dakwah, serta upaya menjaga moralitas masyarakat.
Di akhir tausiah, Ustaz Abdullah Sholeh Hadrami mengajak seluruh peserta untuk terus mendoakan Indonesia agar senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah Swt.
Beliau juga berharap agar para santri PPTQ Qoryatul Qur’an tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mencintai agamanya, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan umat Islam.
Akhirnya, semoga tausiah ini menguatkan kesadaran santri bahwa rasa syukur, persatuan, dan pengabdian kepada Allah merupakan fondasi penting dalam mengisi kemerdekaan.

Posting Komentar untuk "Ustaz Abdullah Sholeh Hadrami: “Mensyukuri Nikmat Indonesia dan Mengisi Kemerdekaan dengan Kebaikan”"