Tim QQ Media mengikuti kegiatan Sharing Pembuatan Konten Media bersama praktisi media asal Malangan, Karanganyar, Weru, Bapak Yanuarta, pada Senin, 27 Juli 2026 di Meeting Room Lantai 2 Komplek 06 Asemlegi Gabeng PPTQ Qoryatul Qur’an.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri jajaran direktorat pesantren serta segenap Tim QQ Media dari pusat, komplek, dan unit. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas konten dan kapasitas sumber daya manusia di bidang media dan publikasi.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Pak Wakhid Syamsudin selaku Koordinator QQ Media, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Andrean Nur Kholis, S.H. Selanjutnya, prolog disampaikan oleh Ustaz Bambang Wahyudi, S.E. yang mewakili direktorat pesantren.
Ustaz Bambang Wahyudi menyampaikan bahwa peran media pada era digital saat ini semakin penting sekaligus menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Beliau berbagi pengalaman mengenai aktivitas media yang selama ini dijalankan beserta berbagai dinamika yang menyertainya.
Menurut beliau, tim media perlu terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kapasitas agar mampu menyampaikan informasi secara efektif dan profesional. Ditekankan pentingnya kreativitas dalam pengelolaan media agar tidak monoton dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Melalui kegiatan sharing ini, diharapkan anggota tim media dapat menambah wawasan, meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan informasi dan publikasi, serta menghasilkan karya-karya media yang lebih menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.
![]() |
| Pak Yanu berbagi pengalaman menjadi konten kreator |
Memasuki sesi utama, Bapak Yanuarta membagikan perjalanan dan pengalamannya sebagai kreator konten. Beliau mengisahkan bahwa aktivitasnya di dunia konten bermula pada masa pandemi Covid-19 ketika banyak aktivitas dibatasi. Waktu luang saat itu mendorongnya untuk mulai belajar membuat video secara autodidak.
Konten pertamanya dibuat untuk membantu tugas MPLS anaknya di salah satu MI di Kecamatan Weru. Dari pengalaman sederhana tersebut, ia terus mengembangkan kemampuan hingga menghasilkan berbagai konten bersama anak-anak dan lingkungan sekitar.
Perjalanan tersebut kemudian berkembang ke produksi film pendek yang diawali dengan penyusunan skrip. Menurutnya, konten edukasi dapat dikemas secara menarik dengan sentuhan komedi sehingga lebih mudah diterima masyarakat.
Beliau juga mengingatkan bahwa komentar dari penonton merupakan bagian penting dalam proses evaluasi. Karena itu, seorang kreator konten tidak perlu mudah terbawa perasaan oleh berbagai komentar yang muncul di media sosial.
Dalam perkembangannya, karena keterbatasan konsistensi talent anak-anak, ia mulai membuat konten dengan pemeran orang dewasa. Berbagai dukungan dari masyarakat pun berdatangan, termasuk kerja sama dengan instansi pemerintah untuk memproduksi konten edukasi dan pesan layanan masyarakat.
Bapak Yanuarta juga menjelaskan perkembangan platform media sosial saat ini. Menurutnya, TikTok menjadi salah satu platform yang mengalami peningkatan pengguna yang sangat pesat. Melalui akun “Yansen Bantal”, beliau aktif memproduksi berbagai video kreatif, bahkan terkadang memainkan lebih dari satu karakter dalam satu video.
Dalam sesi strategi konten, Pak Yanu menekankan pentingnya menentukan genre atau fokus konten agar mudah dikenali algoritma media sosial. Kreator konten disarankan untuk terus memperdalam pengetahuan sesuai bidang yang dipilih.
Konten kreator harus rajin mencatat ide yang muncul kapan saja, serta menyediakan waktu khusus untuk berpikir dan mencari gagasan baru. Selain itu, konsistensi jadwal unggahan juga menjadi faktor penting agar audiens terbiasa dengan ritme publikasi yang dibuat.
Pak Yanu juga mengajak peserta untuk membangun jaringan dengan sesama kreator yang memiliki visi serupa, memperbanyak silaturahmi kepada kreator yang lebih berpengalaman, serta menjaga keaslian karya.
Menurut beliau, referensi boleh digunakan sebagai bahan belajar dengan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), namun tetap harus menghasilkan karya yang memiliki ciri khas tersendiri.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi tentang camera movement, yaitu teknik pergerakan posisi maupun sudut pandang kamera yang berfungsi memperkuat alur cerita, membangun suasana, serta mengarahkan fokus penonton.
Pak Yanu turut mempraktikkan teknik pengambilan gambar yang stabil tanpa menggunakan gimbal atau stabilizer sehingga peserta dapat langsung memahami penerapannya di lapangan.
Sebagai masukan untuk pengembangan QQ Media, Bapak Yanuarta mendorong agar akun TikTok pesantren lebih diaktifkan dengan konten yang ringan dan tidak kaku. Aktivitas keseharian pesantren dapat direkam dalam format video pendek tanpa harus menunggu adanya acara besar.
Banyaknya santri yang berpotensi menjadi talent juga dinilai sebagai kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya variasi konten. Tak akan habis ide yang bisa digali dari kehidupan pesantren.
Pak Yanu juga mengusulkan agar setiap komplek memiliki minimal dua orang yang bertugas memproduksi konten secara rutin. Konten yang telah dibuat dapat disetorkan kepada tim media pusat untuk dilakukan proses penyaringan dan penjadwalan tayang.
Dengan sistem tersebut, publikasi aktivitas pesantren dapat berjalan lebih teratur dan berkesinambungan. Masyarakat secara luas akan lebih mengenal kehidupan di pesantren itu seperti apa, berkat konten di media sosial.
![]() |
| Suasana sharing bersama Tim QQ Media |
Kegiatan ditutup dengan refleksi oleh Ustaz Hartanto, S.Pd.I. Beliau berharap seluruh materi yang telah disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh Tim QQ Media. Media saat ini telah diakses oleh berbagai kalangan usia sehingga harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana dakwah Islam.
Beliau juga mengingatkan pentingnya membuat konten yang singkat, padat, dan menarik karena kecenderungan masyarakat saat ini lebih menyukai video berdurasi pendek.
Melalui kegiatan sharing ini, diharapkan Tim QQ Media semakin siap menghadapi tantangan dunia digital dan mampu menghasilkan konten yang kreatif, berkualitas, serta bermanfaat.
Peran media pesantren tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan atau monetisasi, melainkan sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah sehingga nilai-nilai Islam dapat tersebar lebih luas kepada masyarakat.


Posting Komentar untuk "Tim QQ Media Ikuti Sharing Pembuatan Konten Media Bersama Pak Yanuarta"