PPTQ Qoryatul Qur’an menghadiri Kajian Akbar bersama Ustaz Handy Bonny yang diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo bekerja sama dengan Yayasan Baitul Hikmah Sukoharjo.
Kajian dilaksanakan pada Senin pagi, 27 Juli 2026 berlangsung di Aula Lantai 3 Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo. Tema yang diangkat pada kajian kali ini adalah “Saat Lelah, Kemana Harus Pulang?”
Kehadiran rombongan PPTQ Qoryatul Qur’an bertujuan untuk menjalin silaturahmi, mempererat ukhuwah Islamiyah, menambah wawasan, menumbuhkan semangat untuk terus belajar, serta mengambil pelajaran dari penyelenggaraan sebuah event berskala besar.
![]() |
| Kajian bersama Ustaz Handy Bonny |
Selain itu, kajian ini menjadi sarana untuk mengingatkan bahwa ketika seseorang merasa lelah, sedih, atau menghadapi berbagai persoalan hidup, tempat terbaik untuk kembali adalah Allah Swt.
Perwakilan asatiz PPTQ Qoryatul Qur’an yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd., Ustaz Alif Fathurrahman, Ustazah Fara, Ustaz Muhammad Devi Syahputra, Ustaz Husein, dan Ustazah Nadia.
Turut hadir pula delegasi mahasantriwati sebanyak 19 orang dari BEM serta 6 orang mahasantri. Acara juga diikuti oleh direktur, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, perwakilan Yayasan Baitul Hikmah, Tarbiyah Al Hikmah, dan masyarakat umum.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan ice breaking yang berlangsung meriah. Selanjutnya, Direktur Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, Bapak Deden, menyampaikan sambutan sekaligus mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata berupa vandel kepada Ustaz Handy Bonny sebagai bentuk apresiasi atas kesediaannya berbagi ilmu dan motivasi.
Dalam sesi utama, Ustaz Handy Bonny menyampaikan materi bertema “Saat Lelah, Kemana Harus Pulang?”. Beliau mengingatkan bahwa ketika seseorang merasa lelah, sedih, atau memiliki banyak masalah, maka tempat terbaik untuk kembali adalah Allah Swt.
Sebab, Allah-lah yang telah memberikan berbagai nikmat, mulai dari mata, tangan, kaki, hingga segala karunia yang tidak terhitung jumlahnya. Oleh karena itu, Allah menjadi Zat yang paling pantas untuk dicintai.
Beliau juga menjelaskan bahwa semakin besar cinta seseorang kepada Allah, semakin baik pula ia dalam mencintai orang tua, keluarga, dan sesama. Nasihat serta ketegasan orang tua, menurut beliau, merupakan bentuk kasih sayang agar anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik. Karena itu, setiap orang hendaknya berusaha menjadi teladan yang baik bagi keluarganya.
![]() |
| Peserta antusias mengikuti kajian |
Selain itu, Ustaz Handy Bonny mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Beliau menyampaikan sebuah kalimat yang menginspirasi, “Kita diistirahatkan karena lelah, dan dibangunkan karena amanah.”
Dalam kajian tersebut, beliau juga berpesan agar tidak terlalu bergantung kepada manusia, melainkan memperkuat hubungan dengan Allah Swt. Peserta diajak untuk mengisi pikiran dengan hal-hal yang baik karena apa yang sering dilihat, didengar, dan dipikirkan akan memengaruhi hati serta kehidupan seseorang.
Menutup penyampaiannya, Ustaz Handy Bonny menekankan pentingnya memberikan penjelasan yang baik ketika memerintah atau melarang seseorang. Sebuah arahan akan lebih mudah diterima apabila disertai alasan dan hikmah yang jelas, bukan sekadar perintah atau larangan semata.
Kajian Akbar berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd.


Posting Komentar untuk "Ma’had Aly Qoryatul Qur’an Hadiri Kajian Akbar Bersama Ustaz Handy Bonny di Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo"