PPTQ Qoryatul Qur’an menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Meeting Room Lantai 2 Komplek 06 Asemlegi Gabeng, pada Kamis, 16 Juli 2026. Majelis dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai bakda Salat Isya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I. beserta segenap jajaran direktorat pesantren dan ustaz-ustazah perwakilan dari berbagai unit di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an.
Rapat kerja ini diselenggarakan sebagai forum penyampaian program kerja dari seluruh unit pesantren untuk satu tahun ke depan sekaligus menyamakan visi, arah gerak, dan target yang ingin dicapai bersama.
![]() |
| Rapat kerja PPTQ Qoryatul Qur’an |
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Ustaz Faris Ahmad, Lc., M.Pd. selaku Wakil Direktur Pusaka (Pendamping Studi Lanjut, Alumni, dan Kemitraan Akademik) PPTQ Qoryatul Qur’an. Tilawah Al-Qur’an dibacakan oleh Ustaz Syam Sani Kurniawan, S.Pd.
Ketua Panitia Rapat Kerja, Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H. yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Litbang PPTQ Qoryatul Qur’an, menyampaikan bahwa peserta yang hadir merupakan para perwakilan terbaik dari setiap unit pesantren yang akan memaparkan program kerja selama setahun mendatang.
Menurut beliau, pertumbuhan sumber daya manusia di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an yang terus meningkat merupakan nikmat sekaligus amanah yang harus dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan sistem manajemen yang semakin kuat agar perkembangan lembaga dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Ustaz Luthfi menjelaskan bahwa rapat kerja ini menjadi momentum penting untuk merancang sistem manajemen pesantren yang strategis, terdokumentasi, dan terintegrasi. Melalui forum ini, seluruh unit diharapkan memiliki kesamaan visi dan misi serta tolok ukur yang jelas dalam menjalankan program-programnya.
![]() |
| Ustaz Luthfi Zubaidi menyampaikan sambutan |
Selain membahas aspek teknis dan manajerial, Raker juga menjadi sarana untuk menggabungkan ikhtiar samawi dan ikhtiar duniawi dalam membina serta menjaga semangat dakwah seluruh SDM di lingkungan pesantren.
Ustaz Luthfi menegaskan bahwa berbagai hal baik yang telah dirintis perlu dituangkan dalam sebuah sistem yang kokoh. Hal ini penting agar kader-kader penerus tidak kehilangan panduan serta tetap memahami arah dan tujuan perjuangan pesantren di masa mendatang.
Selanjutnya, Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I., berkenan menyampaikan arahan. Beliau awali dengan menegaskan pentingnya Rapat Kerja sebagai pijakan awal dalam membangun tata kelola pesantren yang lebih terarah dan terukur.
Beliau mengakui bahwa proses Raker ini tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Bahkan akan menjadikan kita repot dalam penyusunannya. Namun demikian, langkah ini harus ditempuh agar seluruh unsur pesantren dapat bergerak menuju tujuan yang benar.
Oleh karena itu, setiap unit diharapkan mulai menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Strategis (Renstra) sebagai dasar dalam menjalankan program-program kelembagaan.
Ustaz Setyadi juga mengingatkan bahwa pelaksanaan Raker harus dilandasi niat yang benar, tujuan yang benar, serta cara yang benar. Ini bagian dari upaya meneruskan estafet perjuangan Rasulullah Saw. dalam mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa setiap rencana kerja harus memiliki arah dan tujuan yang jelas. Program-program yang disusun tidak boleh berhenti pada ambisi pribadi atau target yang tidak terukur.
Demikian pula proses evaluasi harus dilakukan secara objektif berdasarkan capaian visi, misi, dan khitah lembaga, bukan atas dasar suka atau tidak suka terhadap individu tertentu. Seluruh program dan evaluasi harus berpijak pada identitas PPTQ Qoryatul Qur’an sebagai ma’had yang memiliki misi kaderisasi ulama.
Ustaz Setyadi menyampaikan sebuah prinsip pembelajaran yang menurutnya penting untuk dipahami oleh seluruh SDM pesantren, yaitu bahwa manusia cenderung meremehkan sesuatu yang tidak diketahuinya.
Beliau mengibaratkan hal tersebut dengan tanaman obat yang tumbuh di sekitar rumah. Karena tidak mengetahui manfaatnya, banyak orang menganggapnya tidak bernilai, bahkan menyingkirkannya begitu saja.
Analogi tersebut kemudian beliau kaitkan dengan keberadaan pesantren. Seseorang akan mudah meremehkan sebuah lembaga apabila tidak memahami hakikat, sejarah, tujuan, dan nilai-nilai yang dimilikinya.
![]() |
| Pengarahan dari Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qu'an |
Oleh karena itu, setiap SDM di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an memiliki kewajiban untuk memahami pesantren ini secara utuh, mulai dari visi, misi, hingga khitah perjuangannya. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan tumbuh rasa memiliki, tanggung jawab, dan semangat yang lebih kuat dalam mengembangkan lembaga.
PPTQ Qoryatul Qur’an adalah bagian dari program kaderisasi ulama. Kita harus paham apa itu ulama. Bahwa ulama adalah pewaris Nabi. Dan ini adalah perkara yang sangat penting dan tidak pantas diremehkan.
Ibaratnya, warisan tanah orang tua saja kita sampai bela-belain untuk mengurus sertifikatnya meski biaya mahal, maka ini adalah proses kaderisasi ulama yang merupakan warisan Nabi.
Karena PPTQ Qoryatul Qur’an adalah bagian dari program kaderisasi ulama, maka menjadi penting bagi kita. Dengan mengenalinya maka jangan sekalipun meremehkannya. Termasuk penyusunan raker.
Program kaderisasi ulama yang menginspirasi di antaranya telah dilakukan di Unida Gontor yang programnya bertujuan mencetak kader ulama intelektual yang menguasai pemikiran Islam, bahasa arab, dan mampu merespons tantangan kontemporer seperti pemikiran liberal dan sekuler.
Kemudian ada program kaderisasi ulama yang telah dilakukan oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang lulusannya dipersiapkan untuk menjadi pemimpin umat yang mampu menjawab tantangan kontemporer dan memperkuat akidah di berbagai penjuru Nusantara.
Selanjutnya, program kaderisasi ulama Ma’had Aly yang mempersiapkan kader ulama pejuang yang memahami Islam secara kaffah, mengetahui dan mampu melindungi umat dari serangan pemikiran-pemikiran yang batil serta memiliki pemahaman tentang ulama sebagai pewaris Nabi.
Kaderisasi adalah proses pencetakan orang-orang yang memiliki kompetensi/kemampuan yang tertentu untuk melanjutkan dan menjalankan tugas dalam suatu organisasi. Dua poin utama dalam kaderisasi adalah manusia dan kompetensi.
![]() |
| Suasana majelis raker pesantren |
Inti dari kaderisasi adalah kesinambungan pemikiran, pewarisan visi misi, serta menjaga ruh dan arah pergerakan organisasi. Berfokus pada pembentukan karakter, pengembangan kapasitas, dan penanaman visi jangka panjang agar organisasi tetap hidup, relevan, dan berdampak atau berkontribusi.
Pengkaderan analoginya sebagai lari estafet. Dimulai sejak dibangun sampai garis finis. Tongkat estafet yang diberikan tidak berubah atau diganti sampai ke finis nanti. Pelarinya meneruskan pelari sebelumnya, bukan mengawali dari awal.
Perjalanan program kaderisasi ulama adalah perjalanan panjang yang melalui berbagai etape untuk mencapai tujuan. Energi baru yang dimiliki kader harus bisa untuk berlari lebih kencang hingga mampu memutuskan pita finis yang diimpikan.
![]() |
| Penyampaian program kerja |
Setelah sesi pengarahan dari Direktur Umum, kegiatan memasuki agenda inti berupa Rapat Kerja (Raker) PPTQ Qoryatul Qur’an Tahun 2026. Pada sesi ini, masing-masing bidang dan unit mulai mempresentasikan rancangan program kerja yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan selama satu tahun ke depan.
Penyampaian program kerja diawali oleh jajaran wakil direktur (wadiriyah) yang memaparkan arah kebijakan, target capaian, serta strategi pengembangan sesuai bidang masing-masing. Presentasi ditanggapi langsung oleh Direktur Umum dan Direktur Operasional, dengan masukan-masukan.
Presentasi berupa penyampaian Evaluasi Kinerja Tahunan (EKT) sebagai bahan refleksi atas capaian dan tantangan yang dihadapi pada periode sebelumnya. Dipaparkan pula Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang berisi program-program yang akan dilaksanakan selama tahun berjalan beserta indikator keberhasilannya.
Yang melaksanakan presentasi pada kesempatan kali ini adalah dari Wadir Pengajaran, Wadir Kepengasuhan, Wadir Tahfizh, Muslimah Center, QQ Media, dan Taruna Almaqdisi. Yang lain akan dilanjutkan esok hari.
Melalui Rapat Kerja Tahun 2026 ini, PPTQ Qoryatul Qur’an berupaya memperkuat sinergi, menyamakan arah gerak, dan menyusun langkah strategis demi terwujudnya program kaderisasi ulama yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.





Posting Komentar untuk "Susun Program Strategis dan Penguatan Sistem Manajemen Pesantren, PPTQ Qoryatul Qur’an Gelar Rapat Kerja 2026"