Tausiah wisuda dalam rangka Haflah Akhirussanah Mahasantri Ma’had Aly Qoryatul Qur’an dan Pelepasan Wiyata Bhakti yang digelar di halaman timur PPTQ Qoryatul Qur'an Komplek 06 Asemlegi Gabeng, Selasa, 16 Juni 2026, menghadirkan Ustaz K.H. Zuhal Abdurrahman, Lc., M.A.
Salah satu poin awal dalam tausiah beliau adalah terkait pentingnya keberadaan seorang kyai sebagai unsur utama dalam sebuah pondok pesantren. Ustaz Zuhal mengutip pesan pendiri Pondok Modern Gontor, K.H. Imam Zarkasyi, bahwa seorang kyai boleh tidak memiliki pondok pesantren, namun pondok pesantren tidak boleh tidak memiliki kyai.
Menurut beliau, sebuah pondok pesantren dapat disebut sah dan berjalan sebagaimana mestinya apabila memiliki tiga unsur pokok, yaitu adanya kyai sebagai figur sentral dan teladan, adanya masjid sebagai pusat kegiatan, serta adanya santri sebagai peserta pendidikan. Kyai merupakan sosok yang bertanggung jawab langsung kepada Allah atas perjalanan dan arah pendidikan pesantren.
“Maka PPTQ Qoryatul Qur’an harus punya kyai. Kalau tidak ada yang didaulat menjadi kyai maka saya akan bubarkan saja pesantren ini," ujar beliau dengan nada setengah bercanda yang disambut senyum para hadirin.
![]() |
| Ustaz Zuhal tekankan pentingnya keberadaan kyai di pesantren |
Ustaz Zuhal menjelaskan bahwa dalam tradisi pesantren, kyai bukan sekadar pemimpin lembaga. Kyai menjadi tempat umat mengadu berbagai persoalan agama, menjadi rujukan dalam meminta fatwa, sekaligus menjadi sosok yang dipercaya mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan umat.
“Karena itu, seorang kyai memikul tanggung jawab besar, baik kepada Allah, kepada pesantren, maupun kepada masyarakat yang menjadikannya panutan kehidupan,” kata beliau.
Ustaz Zuhal juga mengingatkan tentang pentingnya kepemimpinan dalam Islam. Apabila tiga orang berkumpul maka dianjurkan untuk mengangkat salah seorang sebagai amir yang bertanggung jawab. Prinsip tersebut, menurut beliau, semakin relevan diterapkan dalam sebuah lembaga pendidikan sebesar pesantren.
"Di pesantren ini harus ada kyainya. Bisa saja kyainya tidak hanya satu. Tidak harus yang paling ahli agama, tetapi orang yang mendedikasikan hidupnya untuk pesantren ini, yang tulus mengabdikan diri seumur hidup untuk berjuang di jalan Allah," jelas beliau.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa seseorang yang memiliki hati yang bersih dan sungguh-sungguh mewakafkan dirinya di jalan Allah akan mendapatkan pertolongan dan bimbingan dari Allah. Allah akan mengajarkan ilmu kepada hamba-Nya melalui berbagai cara, termasuk melalui ilham, intuisi, dan pengalaman menghadapi berbagai persoalan yang Allah hadirkan dalam kehidupan.
Ustaz Zuhal mempersilakan Ustaz H. Wiyana selaku pimpinan yayasan untuk bermusyawarah bersama para pengurus dan tokoh pesantren guna menentukan sosok yang layak mengemban amanah sebagai kyai di PPTQ Qoryatul Qur’an. Harapannya, keberadaan kyai dapat semakin menguatkan arah perjuangan dan keberlangsungan dakwah serta pendidikan di lingkungan pesantren.
Tausiah ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Haflah Akhirussanah Mahasantri Ma’had Aly Qoryatul Qur’an dan Pelepasan Wiyata Bhakti tahun 2026, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kepemimpinan, keteladanan, dan pengabdian dalam membangun serta menjaga keberlangsungan pesantren.

Posting Komentar untuk "Tausiah Akhirussanah Ma’had Aly Qoryatul Qur’an, Ustaz Zuhal Abdurrahman Tekankan Pentingnya Kehadiran Kyai di Pesantren"