Kepala TAUD Qoryatul Qur’an, Ustaz Bambang Wahyudi, S.E., menyampaikan laporan pendidikan dalam acara Haflah Akhirussanah Santri TAUD Qoryatul Qur’an Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di halaman timur PPTQ Qoryatul Qur'an Komplek 06 Asemlegi Gabeng, Sabtu pagi, 13 Juni 2026.
Ustaz Bambang menyebut bahwa Haflah Akhirussanah merupakan hari yang paling ditunggu dan membahagiakan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Beliau menyebut sebagai panen raya atas ikhtiar yang telah dilakukan bersama oleh guru, orang tua, dan seluruh pihak yang mendukung pendidikan anak-anak di TAUD Qoryatul Qur’an.
“Hari ini adalah hari yang paling ditunggu dan membahagiakan. Ini adalah panen raya pendidikan bagi semua yang terlibat di TAUD Qoryatul Qur’an, terutama bagi kedua orang tua yang selama ini membersamai tumbuh kembang putra-putrinya,” ungkap beliau.
Pada kesempatan ini, Ustaz Bambang Wahyudi juga memaparkan perkembangan TAUD Qoryatul Qur’an sejak berdiri pada Juli 2022 di lingkungan Masjid Ar Rahmah Gabeng. Pada tahun pertama, TAUD Qoryatul Qur’an memiliki 16 santri yang mayoritas merupakan putri para asatizah Qoryatul Qur’an dan beberapa keluarga mitra dakwah pesantren.
![]() |
| Kepala TAUD Qoryatul Qur'an menyampaikan laporan pendidikan |
Perkembangan jumlah santri terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada Tahun Ajaran 2023/2024 jumlah santri tercatat sebanyak 14 anak yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar dan beberapa desa lain. Kemudian pada Tahun Ajaran 2024/2025 meningkat menjadi 37 santri.
Adapun pada Tahun Ajaran 2025/2026 jumlah santri mencapai 41 anak. Tidak hanya berasal dari wilayah Weru, beberapa santri juga datang dari Kecamatan Tawangsari hingga wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ustaz Bambang menjelaskan bahwa pendidikan di TAUD Qoryatul Qur’an tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keislaman. Pembelajaran yang diberikan meliputi iman, Al-Qur’an, adab, ibadah, dan berbagai keterampilan hidup (life skill).
Adapun standar lulusan yang ingin dibentuk adalah santri yang memiliki enam karakter utama. Pertama, Adib, yaitu berakhlak mulia dan terbiasa menerapkan budaya 5S (senyum, salim, salam, sopan, dan santun). Kedua, Abid, yaitu benar dan tertib dalam beribadah. Ketiga, Alim, yaitu berakidah lurus, cerdas, serta memiliki pengetahuan agama dan umum.
Keempat, Hafizh, yaitu mencintai Al-Qur’an melalui kebiasaan mendengar, membaca, dan menghafalnya. Kelima, Qowiy, yaitu mandiri, sehat, dan kuat jasmani maupun rohani. Keenam, Jamil, yaitu berpenampilan rapi, menutup aurat, dan menyenangkan.
Lebih lanjut, beliau memaparkan berbagai capaian perkembangan santri selama mengikuti pendidikan di TAUD Qoryatul Qur’an. Dari aspek akhlak dan adab, banyak santri yang pada awalnya pemalu, mudah tersinggung, sedikit berbicara, mudah menangis, dan belum disiplin, kini telah mampu menerapkan budaya 5S, lebih percaya diri, mampu mengendalikan emosi, serta menunjukkan sikap yang lebih baik dalam berinteraksi dengan orang lain.
Dari aspek ibadah, para santri telah terbiasa melaksanakan salat di sekolah, menghafal doa-doa harian, serta mempraktikkan berbagai zikir dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan tersebut diharapkan menjadi bekal yang terus terbawa hingga mereka dewasa.
Sementara itu, dari aspek ilmu dan kemampuan diri, para santri telah menyelesaikan setoran Juz 30, bahkan sebanyak 12 santri telah berhasil mengikuti ujian hafalan Juz 30 dalam satu majelis.
Selain itu, para santri juga telah mampu membaca Al-Qur’an, lulus kemampuan calistung, menghafal kosakata bahasa Arab, menguasai 30 hadis pilihan dan 4 hadis Arbain, serta mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti berkuda, memanah, berenang, dan memasak.
Pada Haflah Akhirussanah tahun ini, sebanyak 32 santri mengikuti prosesi wisuda dan pelepasan. Dari jumlah tersebut, 28 santri telah melanjutkan pendidikan ke MITQ Qoryatul Qur’an.
Di akhir laporan, Ustaz Bambang menyampaikan kabar menggembirakan mengenai perkembangan jumlah peserta didik TAUD Qoryatul Qur’an. Hingga saat ini, jumlah pendaftar baru telah mencapai 51 anak. Dengan jumlah santri aktif yang tersisa sebanyak 54 anak, maka total santri TAUD Qoryatul Qur’an pada Tahun Ajaran 2026/2027 mencapai 105 anak.
Peningkatan jumlah santri tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap TAUD Qoryatul Qur’an sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang mengintegrasikan pendidikan iman, adab, Al-Qur’an, ibadah, dan keterampilan hidup dalam proses pembelajarannya.

Posting Komentar untuk "Haflah Akhirussanah, Kepala TAUD Qoryatul Qur’an: “Hari Ini Panen Raya Pendidikan, 32 Santri TAUD Diwisuda”"