Mudir Ma’had Aly Qoryatul Qur’an, Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H., menyampaikan laporan pendidikan dalam acara Haflah Akhirussanah Mahasantri Ma’had Aly Qoryatul Qur’an dan Pelepasan Wiyata Bhakti yang digelar di halaman timur PPTQ Qoryatul Qur’an Komplek 06 Asemlegi Gabeng, Selasa, 16 Juni 2026.
Ustaz Luthfi menjelaskan bahwa Ma’had Aly Qoryatul Qur’an Lita’hili Ro’i, Da’i, wal Murobbin merupakan jenjang pendidikan tinggi setingkat perguruan tinggi dengan masa studi selama dua tahun yang dilanjutkan dengan masa wajib magang atau khidmah. Seluruh mahasantri memperoleh fasilitas beasiswa pendidikan 100 persen selama menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
Beliau menegaskan bahwa proses pembelajaran di Ma’had Aly dirancang secara khusus untuk melahirkan kader-kader pemimpin, dai, dan murabbi yang siap mengajar, membina, serta mengelola lembaga pendidikan. Para lulusan diharapkan dapat berkhidmat di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an, lembaga mitra dakwah pesantren, maupun di tengah masyarakat secara lebih luas.
![]() |
| Mudir Ma’had Aly Qoryatul Qur’an menyampaikan laporan pendidikan |
Untuk mendukung tujuan tersebut, Ma’had Aly Qoryatul Qur’an menyelenggarakan berbagai program unggulan. Di antaranya adalah program pengambilan sanad Al-Qur’an, program intensif dan aktif bahasa Arab dengan standar Arabiyah Baina Yadaik (ABY), kajian kitab kuning, studi literasi kebaitulmaqdisan, pembelajaran keahlian Tibbun Nabawi, serta program lanjutan pendidikan sarjana pada berbagai fakultas seperti Syariah, Tarbiyah, Bahasa Arab, Dakwah, dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Pada Haflah Akhirussanah tahun ini, Ma’had Aly Qoryatul Qur’an mewisuda sebanyak 37 mahasantri dan mahasantriwati yang terdiri atas 10 mahasantri putra angkatan kelima dan 27 mahasantriwati putri angkatan keenam. Selain itu, pesantren juga melepas sebanyak 47 mahasantri untuk menjalani program Wiyata Bhakti, terdiri atas 12 mahasantri putra angkatan keenam dan 35 mahasantriwati putri angkatan ketujuh.
Program Wiyata Bhakti menjadi bagian penting dalam pembentukan kader dakwah dan pendidikan. Para mahasantri akan ditempatkan tidak hanya di lingkungan pesantren sendiri, tetapi juga di berbagai lembaga pendidikan yang mengajukan permohonan tenaga pengabdian kepada PPTQ Qoryatul Qur’an. Tahun ini terdapat sekitar 18 lembaga pendidikan yang menjadi lokasi penugasan Wiyata Bhakti.
Selain fokus pada pendidikan akademik dan tahfiz, para mahasantri juga dibina melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan. Organisasi Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) menjadi wadah pengembangan kepemimpinan, manajemen organisasi, dan tanggung jawab sosial. Di samping itu, para mahasantri aktif melaksanakan program dakwah masyarakat sebagai sarana latihan terjun langsung membina umat dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama masa pendidikan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi yang diraih selama menempuh pendidikan, panitia juga memberikan penghargaan kepada wisudawan dan wisudawati berprestasi dalam beberapa kategori, yaitu Terbaik Tahfiz Putra, Teladan Putra, Terbaik Tahfiz Putri, dan Teladan Putri. Penghargaan tersebut diberikan kepada mahasantri yang menunjukkan capaian unggul dalam bidang hafalan Al-Qur’an, akademik, akhlak, serta dedikasi dalam menjalankan amanah di lingkungan pesantren.
Melalui tema besar Haflah Akhirussanah PPTQ Qoryatul Qur’an Tahun 2026, “Membekali dengan Adab dan Ilmu, Melepas dengan Doa, Mengiringi dengan Harapan,” seluruh rangkaian kegiatan diharapkan menjadi titik awal bagi para lulusan untuk melanjutkan pengabdian dan perjuangan dakwah di tengah masyarakat dengan bekal ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian yang telah ditanamkan selama berada di pesantren.
Foto kegiatan bisa klik di sini.

Posting Komentar untuk "Mudir Ma’had Aly Paparkan Capaian Pendidikan, Prestasi Mahasantri, dan Pelepasan Wiyata Bhakti pada Haflah Akhirussanah 2026"