Pengajian Qoryatul Qur’an dengan Warga Jurang Pijiharjo, Ustaz Salman Al Farisi Ajak Waspadai Kejahiliahan Masa Kini

Sabtu, 20 Juni 2026, Tim Dakwah PPTQ Qoryatul Qur'an kembali melaksanakan kajian keislaman bersama warga Dukuh Jurang, Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Fisabilillah Jurang dan dimulai bakda Salat Isya.

Tausiah malam hari ini disampaikan oleh Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd. Beliau mengawali dengan mengajak bersyukur atas kesempatan menghadiri majelis ilmu, karena tidak semua orang mendapatkan kenikmatan ini.

Ustaz Salman Al Farisi
Ustaz Salman ajak syukuri nikmat hadir di majelis ilmu 

Akan jauh berbeda antara orang berilmu dengan yang tidak berilmu. Di dunia saja, orang berilmu akan lebih baik pekerjaannya dibandingkan yang tak punya ilmu. Apalagi di sisi Allah, maka akan lebih utama orang yang berilmu dalam melaksanakan ibadah.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Kerusakan sebuah negara, masyarakat, atau keluarga, diawali sebab tidak memiliki ilmu. Terlebih ketika tidak memiliki ilmu tentang Allah. Maka, wajar Allah mengangkat derajat orang yang berilmu.

Allah akan memakmurkan suatu negeri melalui ilmu yang berkah dan bermanfaat. Dengan ilmu, masyarakat dapat membedakan yang benar dan yang salah, mengembangkan berbagai kebaikan, serta membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan diridai Allah.

Kebodohan telah mengantarkan kaum jahiliah kepada berbagai kesesatan, termasuk menyembah berhala yang tidak mampu memberi manfaat maupun mudarat. Karena tidak memiliki ilmu dan petunjuk yang benar, mereka mengikuti tradisi nenek moyang tanpa mengetahui hakikat tauhid yang diajarkan para nabi.

Karena jauh dari ilmu dan petunjuk para nabi, mereka tidak lagi mengenal ajaran yang benar. Akibatnya, mereka terjerumus dalam berbagai perbuatan tercela dan mengikuti hawa nafsu tanpa kendali, sehingga Allah menggambarkan lebih sesat daripada hewan ternak.

Yang perlu diwaspadai, watak jahiliah ternyata dapat muncul kembali di setiap zaman. Ketika manusia menjauh dari ilmu yang benar, lebih mengikuti hawa nafsu daripada petunjuk Allah, maka sifat-sifat jahiliah itu akan tumbuh kembali meskipun mereka hidup di era yang modern dan maju.

Salah satu tanda yang perlu menjadi perhatian adalah ketika sebagian anak-anak mulai kehilangan ilmu dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit yang mengabaikan salat, kurang menghormati guru, serta lebih mengikuti pengaruh lingkungan dan media daripada tuntunan agama.

Maka akan muncul pemimpin-pemimpin yang juga jauh dari ajaran agama. Mereka memimpin tanpa landasan ilmu dan petunjuk Allah, sehingga keputusan dan kebijakannya lebih banyak mengikuti hawa nafsu, kepentingan dunia, atau tekanan manusia daripada kebenaran yang diridai-Nya.

Kajian warga Jurang
Kajian bersama warga Jurang

Salah satu cara mengatasi berbagai penyimpangan dan sifat jahiliah adalah dengan mempelajari agama Islam secara benar. Setiap muslim memiliki kewajiban untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...” (QS. At-Tahrim: 6)

Setiap orang tua dan pemimpin keluarga memiliki tanggung jawab untuk mendidik, membimbing, dan mengarahkan anggota keluarganya kepada keimanan, ibadah, serta akhlak yang baik agar selamat dari azab Allah di akhirat.

Karena itu, marilah kita mendidik anak-anak dengan ilmu agama sejak dini, membiasakan mereka mencintai Al-Qur'an, salat, dan akhlak yang mulia. Dengan pendidikan agama yang baik, insya Allah mereka tidak hanya menjadi pribadi yang saleh.

Lebih baik lagi ketika anak bisa tumbuh menjadi generasi yang mampu mengajarkan dan menyebarkan ilmu agama kepada masyarakat, sehingga kebaikannya terus mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kita sering bersemangat bekerja dan berjuang untuk urusan dunia karena memiliki cita-cita yang ingin diraih. Demikian pula dalam urusan akhirat, kita perlu memiliki cita-cita yang tinggi agar semakin bersemangat beribadah dan menyiapkan bekal.

Salah satu cita-cita terbesar seorang muslim adalah meraih tempat terbaik di surga, sehingga setiap amal saleh yang dilakukan menjadi langkah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai kebahagiaan yang abadi.

Mari kita mulai dengan menuntut ilmu agama sejak dini, baik untuk diri sendiri maupun anak-anak kita. Meskipun mereka belum sepenuhnya memahami, namun dengan terus didengarkankan ilmu, nasihat, dan bacaan Al-Qur’an, hati mereka akan terbiasa dan tumbuh cinta kepada kebaikan.

Semoga dari kebiasaan kecil itu, akan lahir generasi yang dekat dengan agama dan mudah menerima petunjuk Allah. Agar mereka siap menghadapi tantangan zaman yang terasa seperti kembali pada kejahiliahan.

Ustaz Salman Al Farisi mengakhiri kajian dengan mengajak seluruh jemaah untuk berdoa, memohon kepada Allah agar selalu diberi petunjuk, kekuatan iman, dan istikamah dalam menjalankan ajaran-Nya.

Posting Komentar untuk "Pengajian Qoryatul Qur’an dengan Warga Jurang Pijiharjo, Ustaz Salman Al Farisi Ajak Waspadai Kejahiliahan Masa Kini"