Para santri PPTQ Qoryatul Qur’an yang tergabung dalam satuan khusus Taruna Almaqdisi angkatan I menggelar kegiatan Longmarch Wada’, sebagai puncak segala pelatihan ketarunaan yang telah dilaksanakan selama ini.
Longmarch mengambil start dari kawasan wisata Girimanik, Slogohimo, Wonogiri. Finis di PPTQ Qoryatul Qur’an Komplek 08 Jonggring Saloka. Berangkat ke lokasi start diantarkan armada pesantren pada Jumat pagi, 22 Mei 2026.
Majelis pembukaan dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB. Dihadiri segenap santri Taruna Almaqdisi dan para instruktur Leadership Qoryatul Qur’an. Berkenan hadir membersamai jajaran direktorat dan wadiriyah, bersama Abi Jaiman dan Babe Karlan.
![]() |
| Majelis bersama direktorat pesantren |
Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H., menyampaikan bahwa momen awal Zulhijah ini memiliki banyak keutamaan. Persiapan diri berupa tarbiyah jasadiyah seperti yang dilakukan saat ini adalah bentuk amalan penuh keutamaan.
Meski kegiatan diberi nama Longmarch Wada’, tapi bukan berarti menjadi akhir dari perjuangan. Ustaz Luthfi berharap kelak para santri bisa merasakan bahwa kegiatan ketarunaan ini sangat besar manfaatnya.
“Ini adalah amal saleh dan syiar. Amal baik ini perlu kita siarkan, kita viralkan, kita salurkan,” kata Ustaz Luthfi. Acara seperti ini hendaklah menjadi inspirasi, disebarluaskan, agar menjadi contoh bagi yang lain.
Abi Jaiman turut menyampaikan apresiasi pada para santri Taruna Almaqdisi. “Melihat kalian semua ini, saya iri, saya ingin jadi muda lagi,” kata beliau. “Semoga Allah sematkan keimanan ini, sampai akhir hayat kalian.”
Siapa pun yang ingin menolong agama Allah, hendaklah menyiapkan fisik dan jiwanya untuk perjuangan di jalan Allah. “Waktu kalian masih panjang. Masih punya kesempatan panjang. Jadikan ini sebagai momen terbaik bagi kalian.”
Abi Jaiman menegaskan bahwa Islam akan tegak dengan kesungguhan dari para generasi muda muslim. Islam akan tegak dengan ilmu, kuatnya fisik, dan kuatnya amaliah. Maka Allah akan mendatangkan kemenangan terbaik untuk kita.
Ustaz Hartanto, S.Pd.I. juga mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau mengenang masa muda dulu sering mengadakan longmarch bersama teman-teman sebulan sekali.
Beliau mengingatkan bahwa Allah kelak akan mempertanyakan umur kita untuk apa. Mumpung umur masih muda dan kesempatan ada maka manfaatkan untuk perjuangan ini. Termasuk ditanyain tentang fisik kita, dipakai untuk apa.
“Luruskan niat, longmarch ini hanya untuk meraih rida Allah. Dan kelak kalian akan menyadari, ternyata kegiatan ini akan sangat bermanfaat untuk kalian,” pungkas beliau seraya memastikan para santri benar-benar telah siap mengikuti kegiatan ini.
Selanjutnya, Ustaz Saiful Anwar memberikan semangat pada para santri Taruna Almaqdisi untuk teguh dalam perjuangan menegakkan agama Islam. Meyakinkan bahwa kita ada pada jalan yang benar, jalan lurus di jalan Allah.
Ustaz Edi Casedi, S.Pd.I., M.P.I. juga berkenan memberikan motivasi pada para santri. Berharap Allah menetapkan takdir baik kepada semuanya. Bersyukur bisa menyaksikan kegiatan lapangan seperti ini dan memaknai sebagai persaksian kita semua di hadapan Allah nantinya.
“Beban yang akan diterima oleh orang-orang yang sadar akan berat. Dakwah yang berat ini butuh persiapan yang kuat. Kalau tidak bersiap, maka akan banyak yang mundur,” kata beliau. Dan kegiatan ini adalah bentuk persiapan penguatan fisik.
Nasihat selanjutnya disampaikan oleh Ustaz Faris Ahmad, Lc., M.Pd. Beliau mengingatkan bahwa hari Jumat, ada waktu mustajab yakni bakda Asar seperti ini. Apalagi ini berada pada awal bulan Zulhijjah.
Beliau mengajak para santri memperbanyak doa pada Allah. Berjalan sambil berdoa untuk masa depan, doa untuk pesantren, dan doa untuk para guru. Adab dalam safar adalah banyak doa dan zikir.
“Kegiatan longmarch ini juga sarana meningkatkan ukhuwah. Bukan soal yang paling cepat, paling hebat, paling kuat, tapi melatih sikap dan empati dalam kebersamaan,” kata beliau mengingatkan.
Nasihat selanjutnya disampaikan oleh Ustaz Nasrudin, yang mengingatkan bahwa Allah memerintahkan kita untuk selalu bersiap diri. Semua yang dilakukan ini diharapkan menjadi sarana meraih keridaan Ilahi dan menjadi sebab turunnya rahmat dari-Nya.
“Orang yang berhak mendapat pertolongan Allah adalah mereka yang tetap berada pada keimanan dan teguh berjalan di jalan Allah, sehingga Islam tegak sebagai rahmatan lil alamin,” pungkas beliau.
Ustaz Bambang Wahyudi, S.E. berharap kegiatan ini sebagai langkah menanamkan fondasi keimanan bagi generasi muda muslim. Allah menciptakan manusia awalnya dalam kelemahan, lalu dijadikan-Nya kuat.
Sebelum fase kita menjadi lemah lagi, maka para generasi muda hendaklah bisa menempuh langkah agar bisa menjadi generasi terbaik yang mampu mewujudkan visi besar pesantren menegakkan Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam.
Di antara yang kelak mendapat naungan Allah di hari akhir adalah para pemuda yang tumbuh dalam ketaatan. Didikan di pesantren adalah untuk terus meniti jalan yang lurus yang Allah ridai.
Puncak nasihat disampaikan oleh Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I. Beliau menekankan bahwa Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan Allah seperti bangunan yang kokoh.
![]() |
| Ustaz Setyadi menyampaikan nasihat |
Perjuangan bukan hanya menggunakan pedang atau senjata. Saat ini yang paling memukul umat adalah perang pemikiran. Kita tidak mati tapi lebih mengerikan dari kematian. Inilah yang harus kita sadari.
Perang pemikiran itu diarahkan pada para pemuda muslim. Mereka dijauhkan dari agamanya. Dijauhkan dari Al-Qur’an. Ketika pemuda Islam sudah terkena serangan ini, maka sudah kalah sebelum berperang.
Yang dibutuhkan generasi muslim adalah generasi yang kuat ilmunya, kuat fisiknya, kuat amalnya. Menangkan dulu perang pemikiran, maka kita akan mendapat kemenangan yang nyata. Kemenangan yang dijanjikan Allah.
“Longmarch yang akan dilakukan ini, menjadi gambaran kokohnya persiapan fisik kita. Start sampai finis harus tetap utuh dan tidak bercerai-berai. Tetap bersama meski harus ditandu,” kata beliau menegaskan.
Ustaz Setyadi mengingatkan bahwa ketika kita berjalan menuju Allah, berjalan fisabilillah, maka akan diuji. “Orang yang dicintai Allah akan dibakar habis tak bersisa. Jangan mengira berjalan mendekat Allah itu akan identik dengan kemudahan.”
Yang berjuang harus siap dengan kesulitan-kesulitan. Yang tidak mau berjuang bisa jadi banyak diberi kemudahan. Akan ada yang bertahan, ada yang berguguran. Akhirnya, di manakah kita akan berada? Bertahan atau menyerah dalam perjuangan ini?
Ujian adalah bahasa pertama Allah bagi para pejuang untuk meluruskan niat dan kesungguhannya. Ujian setiap pejuang beda-beda. Ujian bisa kenikmatan, bisa kesabaran. Banyak yang diuji kenikmatan ternyata tidak lulus.
Namun perlu diingat bahwa Allah tak akan memberi ujian di luar batas kemampuan. Dan jangan lupa juga bahwa setelah kesulitan maka Allah akan menurunkan kemudahan-kemudahan.
![]() |
| Foto bersama |
“Siapkan dirimu, siapkan dirimu! Gentarkan musuhmu, gentarkan musuhmu! Tak akan pernah usai perjuangan ini hingga ajal menjelang. Perjuangan tidak selesai di kita, yakinlah akan ada yang meneruskan,” pungkas beliau.
Majelis ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Luthfi Zubaidi. Berharap keridaan dan keberkahan dari Allah dengan diselenggarakannya kegiatan Longmarch Wada’ Santri Taruna Almaqdisi Angkatan I ini.



Posting Komentar untuk "Majelis Pembukaan dan Pelepasan Longmarch Wada’ Santri Taruna Almaqdisi PPTQ Qoryatul Qur’an Angkatan I"