Memasuki hari ketiga rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) BEM Ma’had Aly Qoryatul Qur’an, para mahasantri dibekali dengan materi krusial mengenai pengambilan keputusan.
Sesi yang berlangsung pada Rabu malam, 13 Mei 2026 ini menghadirkan Ustaz Edi Casedi, M.P.I. sebagai narasumber utama. Majelis dilaksanakan di Musala Al Mukmin, Komplek 03 Babadan.
Dengan tema “Pengaruh Keputusan Terhadap Kepemimpinan”, kegiatan ini bertujuan membekali calon pengurus BEM agar memiliki ketajaman dalam mengambil sikap di tengah dinamika organisasi pesantren.
![]() |
| Ustaz Edi Casedi menyampaikan tentang kepemimpinan |
Ustaz Edi Casedi menekankan landasan filosofis kepemimpinan dalam Islam. Mengutip hadis “Sayyidul Qaumi Khadimuhum” (Pemimpin suatu kelompok adalah pelayan bagi mereka), beliau mengingatkan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh pengurus BEM adalah bentuk pelayanan (khidmah) yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan Allah Swt.
Sebagai pemimpin di lingkungan pesantren, mahasantri dituntut mampu memadukan aturan organisasi dengan norma pesantren. Ustaz Edi memperkenalkan dua kaidah fikih utama sebagai pedoman:
Pertama, “Tasharruful imam ‘ala ar-ra'iyyah manuthun bil mashlahah”: Kebijakan pemimpin harus senantiasa berorientasi pada kemaslahatan anggota. Kedua, “Dar'ul mafasid muqoddamun ‘ala jalbil mashalih”: Mencegah kerusakan lebih utama daripada mengejar manfaat.
“Sebagai contoh, lebih baik membatalkan acara yang meriah jika berisiko melanggar jam malam pesantren. Mencegah pelanggaran aturan (kerusakan) jauh lebih utama daripada sekadar mengejar kemeriahan (manfaat),” jelas Ustaz Edi memberikan ilustrasi.
Dalam sesi ini, dijelaskan bahwa cara seorang pemimpin mengambil keputusan akan menentukan empat hal besar. Pertama, menentukan marwah (wibawa). Keputusan yang berbasis fakta (tabayun) dan tidak emosional akan meningkatkan kewibawaan.
Kedua, menciptakan ketaatan sukarela. Melalui musyawarah (wasyawirhum fil amri), anggota akan merasa dihargai sehingga muncul ketaatan yang lahir dari hati, bukan ketakutan.
Ketiga, barometer integritas dan adab. Di pesantren, keputusan tertinggi adalah yang menjunjung tinggi adab kepada guru/kyai. Keempat, keberkahan organisasi. Keputusan yang benar secara manajerial namun salah secara etika akan kehilangan cahaya atau keberkahannya.
Agar tidak salah langkah, para peserta dibekali lima langkah praktis dalam mengambil keputusan: (1) Tabayun (klarifikasi data), (2) Tasyawur (musyawarah), (3) Sowan (konsultasi ke ustaz), (4) Istikharah (melibatkan Allah), dan (5) Azzam (eksekusi dengan tawakal).
![]() |
| Suasana majelis bersama Ustaz Edi |
Acara yang dipandu oleh Ustaz Muhammad Devi Syahputra ini diakhiri dengan simulasi studi kasus, di mana mahasantri dan mahasantriwati diajak mempraktikkan cara mengambil keputusan terbaik dalam berbagai situasi konflik organisasi.
Semoga melalui materi ini, lahir pemimpin-pemimpin BEM yang tidak hanya tegas dalam bertindak, tetapi juga bijaksana dalam menimbang. Dikaruniai kecerdasan berpikir dan kejernihan hati agar setiap keputusan yang diambil selalu membawa maslahat, aamiin.
Kontributor: Ustaz Salman Al Hawari


Posting Komentar untuk "LDK BEM Ma’had Aly Qoryatul Qur’an, Ustaz Edi Casedi Tekankan Pemahaman tentang Pengaruh Keputusan Terhadap Kepemimpinan"