Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar PPTQ Qoryatul Qur’an Gelar Halalbihalal pada Momentum Syawalan 1447 H

PPTQ Qoryatul Qur’an menggelar kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar dalam rangka menyambut Syawalan 1447 H pada Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurul Ilmi, Komplek 08 Jonggring Saloka, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Acara ini diselenggarakan sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi di antara seluruh keluarga besar PPTQ Qoryatul Qur’an setelah menjalani ibadah Ramadan. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak terasa sejak awal kegiatan.

Hadir dalam kegiatan ini para sesepuh, pengurus yayasan, direktur beserta jajaran, ummahat, tim Insan Mulia, asatizah, serta guru madrasah. Kehadiran mereka semakin lengkap dengan turut sertanya anggota keluarga masing-masing, menjadikan acara ini penuh nuansa hangat dan kekeluargaan.

Halalbihalal
Halalbihalal Keluarga Besar PPTQ Qoryatul Qur'an 

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Ustaz Bambang Wahyudi, S.E., yang mengajak seluruh hadirin membuka kegiatan dengan basmalah. Suasana khidmat semakin terasa saat tilawah Al-Qur’an dibacakan oleh Ustaz Rio Maryono dengan lantunan QS. Ali Imran ayat 102–104.

Selanjutnya, ucapan selamat datang disampaikan oleh Bapak H. Sriyono selaku sesepuh dan pemangku Komplek Jonggring Saloka. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri momen kebersamaan keluarga besar PPTQ Qoryatul Qur’an yang berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan dan kehangatan.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pendiri pesantren yang hingga saat ini masih terus memberikan dukungan terhadap perkembangan pondok. Keberlangsungan dan kemajuan pesantren tidak lepas dari peran serta dan keikhlasan para pendahulu.

Selain itu, Bapak H. Sriyono mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, seraya berharap agar seluruh rangkaian acara dapat diikuti dengan baik dari awal hingga akhir. Menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan maupun penempatan tempat duduk terdapat kekurangan.

H. Sriyono
Ucapan selamat datang oleh Bapak H. Sriyono

Menutup sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai sarana untuk saling mengenal lebih dekat, sehingga tumbuh keakraban dan kepedulian, termasuk membiasakan diri untuk saling menyapa ketika bertemu di berbagai kesempatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ikrar halalbihalal antara pihak pesantren dan yayasan yang disampaikan oleh Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H. mewakili pesantren dan Bapak H. Wiyana mewakili yayasan. Menjadi simbol saling memaafkan dan penguat komitmen kebersamaan dalam membangun pesantren ke depan.

Dalam prosesi ikrar halalbihalal, Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H. mewakili pihak pesantren menyampaikan permohonan maaf dengan penuh ketulusan di hadapan para sesepuh dan jajaran yayasan.

Beliau menegaskan bahwa setelah menjalani momentum suci selama 30 hari dalam memperbaiki hubungan dengan Allah (hablum minallah), maka saatnya melanjutkan dengan memperbaiki hubungan sesama manusia (hablum minannas).

Ikrar halalbihalalUstaz Luthfi mewakili ikrar halalbihalal 

Dengan penuh kesadaran, Ustaz Luthfi mengakui bahwa dalam menjalankan amanah sebagai penerus perjuangan di pesantren, masih terdapat banyak keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, memohon maaf yang sedalam-dalamnya, seraya berharap para sesepuh berkenan membuka pintu maaf dan terus memberikan bimbingan serta arahan ke depan.

Ustaz Luthfi juga mengungkapkan harapan agar segala kekurangan dalam menjalankan amanah ini diikhlaskan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Beliau pun mengiringinya dengan istighfar, memohon ampunan kepada Allah serta kelapangan hati para sesepuh untuk memaafkan.

Lebih lanjut, disampaikan doa agar Allah memuliakan para sesepuh atas kelapangan hati mereka dalam memberikan maaf. Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum turut disampaikan sebagai bentuk doa dan harapan atas diterimanya amal ibadah Ramadan.

Ustaz Luthfi juga berharap agar buah dari perjuangan dakwah yang telah dirintis para pendiri dan sesepuh semoga terus mengalir menjadi keberkahan bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya, serta mendapatkan balasan terbaik dari Allah.

Menutup penyampaiannya, Ustaz Luthfi menyampaikan rasa syukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berkhidmat di PPTQ Qoryatul Qur’an. Diingatkan pula bahwa Allah dengan mudah dapat menggantikan siapa pun jika tidak amanah, sehingga kesempatan yang ada saat ini harus benar-benar disyukuri.

Sebagai bentuk komitmen, Ustaz Luthfi menegaskan kesiapan pengelola harian pesantren untuk terus memperbarui niat dan menguatkan langkah dalam perjuangan tarbiyah, dengan penuh tawakal, la haula wa la quwwata illa billah, memohon kekuatan dari Allah agar tetap istikamah di jalan dakwah ini.

Ketua yayasan
Pak Wiyana menanggapi ikrar halalbihalal 

Menanggapi ikrar halalbihalal tersebut, Ketua Yayasan Qoryatul Qur’an Kauman, Bapak H. Wiyana, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan ini. Beliau menegaskan pentingnya menghadiri momen seperti ini, bahkan jika harus menyempatkan diri di tengah kesibukan, karena nilai kebersamaan dan silaturahmi yang sangat besar.

Pak Wiyana mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan mudir pertama PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Sukino, yang telah mendahului. Semoga seluruh amal jariyah beliau terus mengalir dari keberlangsungan pesantren ini, dan Allah menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Mewakili pihak yayasan dan para sesepuh, Bapak H. Wiyana menyampaikan bahwa segala kesalahan, baik kecil maupun besar, baik dalam perkataan maupun perbuatan, yang disengaja ataupun tidak, semuanya diikhlaskan dan dimaafkan. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama beristighfar kepada Allah agar segala dosa dan kekhilafan diampuni.

Dengan telah saling memaafkan, beliau berharap seluruh keluarga besar PPTQ Qoryatul Qur’an kembali dalam keadaan bersih, tanpa menyimpan kesalahan satu sama lain, sehingga dapat melangkah ke depan dengan hati yang lapang.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa para pendiri dan perintis pesantren telah menyerahkan sepenuhnya pengelolaan pendidikan kepada generasi penerus. Amanah besar ini diharapkan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, disertai dengan menjaga sikap dan perilaku sebagai asatizah yang menjadi teladan di tengah masyarakat.

Halalbihalal
Suasana halalbihalal PPTQ Qoryatul Qur'an 

Beliau juga menyampaikan bahwa perkembangan pesantren selama ini mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat. Oleh karena itu, seluruh elemen pesantren diharapkan mampu menjaga nama baik lembaga.

Jika terdapat permasalahan internal, hendaknya diselesaikan secara bijak di dalam lingkungan sendiri tanpa perlu melibatkan pihak luar. Jangan sampai masalah dalam keluarga, tetangga ikutan tahu.

Sebagai penutup, beliau kembali mengajak seluruh keluarga besar PPTQ Qoryatul Qur’an untuk senantiasa mendoakan Ustaz Sukino, agar seluruh amal salehnya diterima oleh Allah, khususnya perjuangan beliau dalam merintis dan mendirikan pesantren yang kini terus berkembang.

Acara berlanjut dengan nasihat sesepuh yang disampaikan oleh Ustaz Didik Efendi, S.T. Beliau menyampaikan bahwa momentum halalbihalal ini merupakan pertemuan yang luar biasa, sehingga selayaknya keluarga besar pesantren melonggarkan waktu untuk bisa hadir dan merasakan keberkahannya bersama.

Beliau juga menyinggung bahwa pada bulan Ramadan yang lalu terdapat momen kebersamaan yang sempat terlewat, yakni buka bersama, karena padatnya aktivitas pesantren. Hal ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ruang-ruang kebersamaan di tengah kesibukan dakwah dan pendidikan.

Ustaz Didik menekankan bahwa seluruh yang berkhidmat di pesantren pada hakikatnya sedang menjalankan tugas untuk mencari pahala. Setiap individu memiliki peran masing-masing sesuai amanah yang Allah titipkan.

Nasihat
Nasihat dari Ustaz Didik Efendi

Dengan demikian, menurut beliau, sejatinya setiap orang sedang “bekerja” untuk dirinya sendiri dalam rangka meraih pahala dan rida Allah, meskipun dalam prosesnya juga memberikan manfaat besar bagi umat.

Ustaz Didik mengingatkan bahwa jika Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, maka Allah akan memperkerjakannya di jalan dakwah ini. Oleh karena itu, kesempatan berkhidmat di pesantren adalah nikmat besar yang patut disyukuri.

Ustaz Didik lalu mengisahkan sebuah cerita tentang seorang kaisar di Tiongkok yang gemar mengadakan konser kecapi dengan ratusan pemain. Dalam suatu kesempatan, ada seorang pemain yang tidak menguasai notasi, namun tetap berpura-pura memainkan alat musiknya dan tetap menerima bayaran.

Kebiasaan ini kemudian menular kepada pemain lain hingga jumlahnya semakin banyak. Ketika kualitas pertunjukan menurun, sang kaisar melakukan penyelidikan dan menguji para pemain, hingga akhirnya diketahui siapa saja yang tidak amanah, lalu mereka pun mendapatkan hukuman.

Dari kisah tersebut, beliau mengajak seluruh hadirin untuk bercermin. Bahwa dalam menjalankan amanah di pesantren, Allah juga akan menyeleksi siapa saja yang tidak bersungguh-sungguh dan tidak amanah. Pada akhirnya, yang tersisa hanyalah penyesalan bagi mereka yang lalai.

Beliau mengajak seluruh keluarga besar pesantren untuk benar-benar menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, dengan niat mencari rida Allah. Mengingatkan agar tidak menularkan hal-hal yang buruk dalam lingkungan perjuangan, melainkan senantiasa menjaga keikhlasan dan integritas dalam berkhidmat di jalan dakwah.

Foto bersama
Foto bersama SDM putra

Foto bersama
Foto bersama SDM putri

Foto bersama
Foto sesepuh, yayasan, dan direktorat

Sebagai penambah kehangatan suasana, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize bagi para peserta yang beruntung. Keceriaan semakin terasa ketika seluruh hadirin menikmati hidangan makan bersama, yang menjadi momen santai penuh keakraban setelah rangkaian acara berlangsung.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi keluarga besar PPTQ Qoryatul Qur’an semakin erat, hati semakin bersih dengan saling memaafkan, serta semangat untuk menjaga amanah dan melanjutkan perjuangan dakwah terus terjaga dalam rida Allah.

Posting Komentar untuk "Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar PPTQ Qoryatul Qur’an Gelar Halalbihalal pada Momentum Syawalan 1447 H"