Rabu, 18 Februari 2026, para santri satuan khusus Taruna Almaqdisi mendapatkan kesempatan bermajelis bersama Syekh Abdullah Az Zindani di PPTQ Qoryatul Qur'an Komplek 08 Jonggring Saloka.
Sebelum majelis keilmuan dimulai, penampilan yel-yel Taruna Almaqdisi menjadi sambutan kehadiran syekh. Yel-yel yang penuh semangat merobek suasana pagi yang hening.
Syekh dari Yaman ini berkunjung bersama cucu beliau, Syekh Muadz Saddam Husain. Penyampaian dari Syekh Abdullah Az Zindani diterjemahkan oleh Ustaz Zakki Zayrofi, BA., dan Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H.
![]() |
| Syekh Abdullah Az Zindani |
Di antara yang Syekh sampaikan adalah tentang sejarah yang mengatakan bahwa di antara pihak yang membawa Islam ke berbagai wilayah Asia adalah para pedagang dan dai dari Yaman.
Penyebaran Islam dilakukan tanpa kekerasan, mereka menyebarkan ajaran Islam melalui jalur perdagangan, akhlak yang baik, pernikahan, dan pendidikan, bukan dengan pedang atau peperangan.
Mereka berlayar hingga India, Asia Selatan, dan Nusantara, lalu berdakwah secara damai di tengah masyarakat setempat. Pendekatan yang santun dan penuh hikmah inilah yang membuat Islam diterima secara luas dan tumbuh kuat di banyak kawasan Asia.
Pada masa Nabi Muhammad, Yaman berada di bawah kekuasaan Persia (Kekaisaran Sassaniyah). Artinya, secara wilayah Yaman tetap bagian dari Arab, tetapi secara politik dipimpin oleh gubernur yang diangkat oleh Raja Persia. Gubernur itu bernama Bazan.
Ketika Nabi Muhammad mengirim surat dakwah kepada Raja Persia, Khosrow II (Kisra), isinya adalah ajakan masuk Islam. Namun Kisra marah dan merasa direndahkan. Kisra kemudian memerintahkan gubernurnya di Yaman, Badhan, untuk mengirim dua utusan ke Madinah agar membawa Nabi menghadapnya.
Ketika dua utusan itu datang, mereka tampil dengan mencukur jenggot dan memanjangkan kumis sesuai tradisi Persia. Nabi ﷺ tidak menyukai penampilan tersebut dan menegaskan bahwa beliau diperintahkan untuk memelihara jenggot dan memendekkan kumis.
Setelah mereka menyampaikan perintah raja Persia, Nabi ﷺ dengan tenang memberitakan bahwa pada malam itu juga Kisra telah dibunuh oleh putranya sendiri. Beliau meminta mereka kembali dan menunggu kebenaran kabar itu.
Tidak lama kemudian, berita dari Persia membenarkan bahwa Kisra memang dibunuh oleh putranya, Kavadh II. Mendengar kebenaran tersebut, Badhan pun masuk Islam bersama banyak orang Persia di Yaman, dan beberapa tahun setelahnya Kekaisaran Persia benar-benar runtuh sebagaimana sabda Nabi ﷺ.
Setelah kabar terbunuhnya Kisra terbukti benar, Gubernur Bazan masuk Islam bersama pengikutnya. Islam pun mulai menyebar luas di Yaman. Karena banyak masyarakat yang baru memeluk Islam dan ingin memahami ajaran secara benar, mereka meminta kepada Nabi Muhammad agar mengutus para dai untuk membimbing mereka.
Nabi ﷺ kemudian mengirim sahabat-sahabat seperti Mu'adz bin Jabal dan Abu Musa al-Ash'ari untuk mengajarkan tauhid, salat, zakat, serta hukum-hukum Islam di sana.
Selain menyampaikan kisah tersebut, banyak nasihat dan ilmu yang Syekh Abdullah Az Zindani sampaikan kepada para santri Taruna Almaqdisi. Semoga dengan majelis ini bisa menguatkan keimanan para santri.

Posting Komentar untuk "Santri Taruna Almaqdisi Bermajelis bersama Syekh Abdullah Az Zindani: Peran Yaman Membawa Islam ke Asia Tanpa Perang"