Kajian Parenting Wali Santri TAUD Qoryatul Qur'an Bersama Ustaz Sujud Eloy

Dalam rangka mendukung berlangsungnya pendidikan di TAUD Qoryatul Qur'an, maka diadakan pertemuan wali santri dengan asatizah sekaligus kajian parenting.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026, di Masjid Ar Rahmah Gabeng, Komplek TAUD Qoryatul Qur'an. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali santri TAUD Qoryatul Qur'an.

Tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan Kajian Parenting dimulai. Berkenan menjadi pembawa acara, Ustazah Deena. Beliau membuka acara dan memandu dari awal sampai akhir acara kajian parenting.

Ustaz Sujud Eloy
Ustaz Sujud mengajak wali santri menjadi bagian dari pendidikan di TAUD Qoryatul Qur'an 

Acara diawali dengan bacaan tilawah oleh santri TAUD Qoryatul Qur'an kelas Al Ayubi 2. Dengan penuh keceriaan, anak-anak santri TAUD kelas Al Ayubi 2 bersama-sama membacakan Surat Al-Insyiqaq.

Ketika dibacakan ayat suci Al-Qur’an, para wali santri mendengarkan dengan saksama. Terlihat beberapa wali santri ada yang merekam penampilan mereka.

Setelah usai pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan penampilan-penampilan santri TAUD Qoryatul Qur'an.

Penampilan pertama dari kelas Al Fatih. Para santri menampilkan hafalan hadis-hadis yang telah dihafalkan ketika KBM. Di antara hadis yang dihafalkan dan ditampilkan ketika itu adalah hadis belajar Al-Qur’an, hadis berkata baik atau diam, hadis memaafkan, dan hadis menolong teman.

Pembicara
Para pembicara dan interaktif

Selain menampilkan hafalan hadis, mereka juga menampilkan hafalan bahasa Arab nama-nama jari. Dengan penuh keceriaan, mereka menampilkan nama-nama jari dengan bahasa Arab dengan lantunan lagu yang telah dihafal.

Kemudian, penampilan kedua dari kelas Al Ayubi 1. Mereka menampilkan hafalan doa-doa. Di antara doa yang dihafal dan ditampilkan adalah: doa naik kendaraan, doa masuk kamar mandi, dan doa keluar kamar mandi.

Selain doa-doa, mereka juga menampilkan hafalan bahasa Arab seputar warna dan kendaraan.

Para wali santri cukup terkesima melihat dan menyaksikan penampilan putra-putrinya. Mereka sangat bersyukur karena putra-putrinya mendapatkan pendidikan yang sangat baik di TAUD Qoryatul Qur'an.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala TAUD Qoryatul Qur'an, Ustaz Bambang Wahyudi, S.E. Di antara yang beliau sampaikan adalah, bahwa sebagai orang tua, kita tidak boleh merasa sudah cukup berilmu dalam mendidik anak.

Tantangan zaman terus berubah, sehingga memiliki kewajiban untuk terus belajar ilmu parenting adalah sebuah keharusan. Forum silaturahmi wali santri TAUD ini merupakan sarana bagi orang tua untuk memperbarui pengetahuan tersebut.

Pertemuan wali santri
Suasana pertemuan wali santri 

Meskipun kakek atau nenek (simbah) sering kali membantu menjaga anak, tanggung jawab utama mendidik tetap melekat pada Bapak dan Ibu.

Kehadiran dalam forum silaturahmi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk integritas. Mengingat di awal masa sekolah Bapak dan Ibu telah menandatangani surat pernyataan untuk bersedia hadir, maka meluangkan waktu di tengah kesibukan pekerjaan adalah bukti nyata komitmen kita terhadap masa depan anak.

Pertemuan ini sebagai sarana transfer informasi dan mencari keberkahan. Dengan duduk bersama, saling mengenal antarwali murid, dan bersilaturahmi dengan para pendidik, akan tercipta lingkungan pendukung yang positif bagi tumbuh kembang anak.

Setelah usai sambutan dari Ustaz Bambang, acara dilanjutkan dengan kajian parenting bersama Ustaz Sujud Eloy, yang merupakan bagian dari Tim Kepengasuhan PPTQ Qoryatul Qur'an. Di antara yang beliau sampaikan adalah:

Pendidikan anak bukanlah tugas satu pihak semata, melainkan sebuah proyek besar yang membutuhkan kerja sama harmonis. Ibarat membangun sebuah gedung yang megah, diperlukan fondasi yang kuat, perancangan yang teliti, dan bahan bangunan yang berkualitas.

Beliau menyampaikan bahwa ada tiga komponen utama dalam mendidik anak. Pertama, Orang Tua sebagai Tanah. Orang tua adalah fondasi utama. Layaknya tanah yang padat, orang tua harus siap menopang beban bangunan dan menjadi tempat pertama bagi tumbuh kembang anak.

Kedua, Guru sebagai Arsitek. Ustaz dan ustazah adalah tenaga ahli yang dipercaya untuk membentuk karakter dan arah masa depan anak sesuai dengan amanah orang tua.

Ketiga, Anak sebagai Bahan Bangunan. Jika dididik dengan benar, anak akan menjadi bahan yang berkualitas dan siap dibentuk menjadi pribadi yang hebat.

Jika ketiga elemen ini bekerja sama dengan baik, maka akan tercipta “bangunan” generasi yang kokoh dan kuat. Namun, pendidikan yang serius memerlukan pengorbanan besar untuk memastikan fondasi tersebut benar-benar stabil.

Kemudian beliau memberikan PR untuk orang tua di rumah sebagai bentuk kerja sama dengan guru. Di antara PR yang beliau sampaikan adalah untuk menjaga perilaku dan memberikan teladan yang baik di depan anak.

Kemudian menghindari intimidasi, tidak menyepelekan, dan tidak meledak-ledak dalam kemarahan. Menyadari bahwa perubahan anak dimulai dari perubahan orang tua terlebih dahulu.

Dengan keseriusan dan kasih sayang, diharapkan anak-anak akan tumbuh menjadi sosok yang membanggakan sesuai dengan apa yang kita cita-citakan.

Setelah usai materi disampaikan, kemudian beliau membuka sesi tanya jawab. Dengan penuh antusias, beberapa wali santri bertanya dengan penuh penasaran, dan pertanyaan tersebut dijawab dengan tuntas oleh Ustaz Sujud.

Reporter: Ustaz Salman Al Hawari

Posting Komentar untuk "Kajian Parenting Wali Santri TAUD Qoryatul Qur'an Bersama Ustaz Sujud Eloy"