PPTQ Qoryatul Qur’an turut berpartisipasi dalam kegiatan Daurah Duta Baitul Maqdis yang diselenggarakan oleh Forum Ma’ahid dan Madaris Qur’an Indonesia (Formaqin) bekerja sama dengan Institut Al Aqsa untuk Riset Perdamaian (ISA).
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada hari Sabtu–Ahad, 7–8 Februari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Lembah Manah, Mataram, Karanganyar.
PPTQ Qoryatul Qur’an diwakili oleh Ustaz Muhammad Devi Syahputra, didampingi dua mahasantri Ma’had Aly Qoryatul Qur’an, yakni Bang Muhammad Yusuf (semester 4) dan Bang Ridwan Aji Sasmita (semester 2).
Keikutsertaan ini merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam memperkuat wawasan keislaman, sejarah, dan kesadaran geopolitik asatiz dan mahasantri terkait isu strategis umat, khususnya Baitul Maqdis.
![]() |
| Daurah Duta Baitul Maqdis |
Daurah ini menghadirkan para pemateri nasional dengan pembahasan yang komprehensif. Babeh Dzikrullah W. Pramudya membuka materi dengan penjelasan tentang Indahnya Kedudukan Baitul Maqdis dalam Semesta Al-Qur’an dan As-Sunnah, dilanjutkan Ustaz Faiz Baraja, Lc. yang mengulas Kewajiban dan Keajaiban Jihad Saat Baitul Maqdis Dijajah.
Sejarah perjuangan Islam juga dipaparkan secara mendalam oleh Ustaz Ahmad Dawamul Muthi, mulai dari Kesetiaan Khalifah Abu Bakar dalam Melanjutkan I’dad Nabawi, hingga Khalifah ‘Umar yang Mengundang Pertolongan Allah dan Kemenangan. Sementara itu, Ustaz Faris Irfanuddin, Lc. menyampaikan materi tentang Kebangkitan dan Kemenangan Generasi Shalahuddin.
Pada sesi lanjutan, peserta diajak menelusuri sejarah kelam Perang Dunia I melalui paparan Makar Intelijen Inggris yang Mengobrak-abrik Umat Nabi Muhammad serta Titik Darah Terakhir Garnisun Utsmaniyyah di Baitul Maqdis.
Materi kontemporer turut disampaikan melalui pembahasan Silsilah 1 Abad Jihad Baitul Maqdis Masa Kini (1925–2025) serta strategi Memasukkan Materi Baitul Maqdis dalam Kurikulum.
Isu kemanusiaan global dikupas oleh dr. Rinaldi Tri Frisianto dan Ustaz Sammy Ramadhan melalui Bedah Forensik Kejahatan Zionisme serta seruan membela kaum tertindas di berbagai wilayah seperti Baitul Maqdis, Suriah, Yaman, Uyghur, Rohingya, hingga Sudan.
Daurah ditutup dengan materi strategis dari Babeh Dzikrullah W. Pramudya mengenai Diplomasi Tipu-tipu versus Diplomasi Al-Muqawamah serta Pengantar Studi Geostrategis Indonesia, Asia Tenggara, dan Alam Islami.
Melalui keikutsertaan dalam daurah ini, PPTQ Qoryatul Qur’an berharap dapat menanamkan kesadaran ideologis, historis, dan tanggung jawab keumatan kepada para santri, agar kelak mampu menjadi dai, pendidik, dan pemimpin yang memahami persoalan umat secara utuh dan berimbang.
Kontributor: Ustaz Muhammad Devi Syahputra

Posting Komentar untuk "Perwakilan PPTQ Qoryatul Qur’an Hadiri Daurah Duta Baitul Maqdis yang Digelar FORMAQIN dan ISA"