Santri Imtaq MATQ Qoryatul Qur’an Ikuti Daurah bersama Syekh Arab Saudi di Gedung Islamic Center Al-Furqon Nguter Sukoharjo

Rabu, 14 Januari 2026, santri Imtaq MATQ Qoryatul Qur’an Komplek 01 Kauman 1 mendapat kesempatan untuk menghadiri daurah bersama Syekh Muhammad Ghamidy dan Syekh Muhammad Arrasyid dalam rangka “Daurah bersama Syekh Arab Saudi”.

Daurah spesial ini diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Nguter bekerja sama dengan Ponpes Ahmad Dahlan, bertempat di Gedung Islamic Center Al-Furqon Baran, Nguter, Sukoharjo.

Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 sampai 12.00 WIB ini mendapat sambutan yang cukup baik dari para hadirin. Tema yang diangkat adalah “Al-Qur’an sebagai Pegangan Hidup Seorang Muslim”. Kehadiran dua syekh dari Arab Saudi memberikan kesan bahwa inilah hal yang sepatutnya disadari oleh saudara-saudara Muslim kita di negeri ini.

Foto bersama
Berfoto bersama Syekh Arab Saudi 

Di antara poin penting yang disampaikan dalam daurah tersebut adalah munculnya pertanyaan mendasar tentang mengapa Al-Qur’an diturunkan kepada kita. Syekh menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai pelajaran bagi manusia, sebagai penyembuh, sebagai penjelas kitab-kitab sebelumnya, serta sebagai hidayah dan rahmat.

Syekh Muhammad Ghamidy menjelaskan bahwa Al-Qur’an berfungsi untuk mengenalkan manusia kepada Allah Swt. Allah telah menjelaskan seluruh permasalahan kehidupan di dalam Al-Qur’an, sehingga darinya manusia dapat mengetahui hukum-hukum agama.

Selain itu, Al-Qur’an juga menjadi solusi atas berbagai persoalan kehidupan yang dihadapi manusia. Demikian lengkap aturan yang telah disiapkan Allah untuk mengatur manusia dan alam semesta ini.

Syekh juga menjelaskan hadis yang diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy‘ari. Beliau berkata, Rasulullah Saw. bersabda bahwa permisalan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujah, baunya wangi dan rasanya manis. Permisalan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah kurma, tidak berbau tetapi rasanya manis.

Permisalan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah, baunya wangi namun rasanya pahit. Adapun permisalan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti handhalah, tidak berbau dan rasanya pahit.

Syekh juga menjelaskan bahwa terdapat banyak hal yang dapat kita peroleh dari Al-Qur’an. Di antaranya, Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai wirid atau zikir harian yang senantiasa dibaca setiap hari. Selain itu, Al-Qur’an juga berfungsi sebagai penyembuh, obat, dan sarana ruqyah dengan membacanya serta mengusapkannya pada anggota tubuh yang sakit.

Dari Al-Qur’an pula kita dimotivasi untuk mempelajari bahasa Arab agar mampu memahami kandungannya dengan baik. Di samping itu, kita juga didorong untuk membiasakan diri mengkhatamkan Al-Qur’an, baik dengan membacanya secara langsung maupun dengan mendengarkannya, dengan target khatam setiap tujuh hari sekali.

Selanjutnya, faedah yang disampaikan oleh Syekh Muhammad Arrasyid adalah tentang beberapa wasilah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Di antaranya, pertama, bertawakal kepada Allah Swt., serta memohon pertolongan kepada-Nya agar dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an.

Kedua, memperbanyak doa, khususnya doa: “Allaahummaj‘alnii min ahlil-Qur’aan.” Ketiga, mengkhususkan waktu secara rutin untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Terakhir, menyadari bahwa membaca Al-Qur’an merupakan sebaik-baik amalan yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah Swt.

Sebagai penutup, Syekh Muhammad Arrasyid menyampaikan hadis Rasulullah Saw., bahwa Ahlul-Qur’an adalah keluarga Allah dan termasuk hamba-hamba pilihan yang dikhususkan oleh Allah Swt. Oleh karena itu, hendaknya setiap Muslim berusaha menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, senantiasa membacanya, memahaminya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Ustaz Andrean Nur Kholis, S.H. dan Askarullah Al Afghany (santri MA)

Posting Komentar untuk "Santri Imtaq MATQ Qoryatul Qur’an Ikuti Daurah bersama Syekh Arab Saudi di Gedung Islamic Center Al-Furqon Nguter Sukoharjo"