Segenap santri MITQ Qoryatul Qur’an didampingi para guru, melaksanakan kegiatan pekanan apel pagi. Dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di halaman MITQ Qoryatul Qur’an.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 08.00 WIB ini bertujuan untuk membiasakan santri hidup disiplin, sekaligus meningkatkan semangat dan konsentrasi dalam mengikuti kegiatan belajar.
Melalui apel rutin, santri diarahkan untuk memulai aktivitas dengan sikap siap, fokus, dan bertanggung jawab. Dengan kesiapan itulah, kegiatan pembelajaran bisa jadi lebih maksimal.
Bertindak sebagai pembina apel adalah Ustaz Abdul Mu’in, S.Pd.I. Beliau menyampaikan amanat yang penuh dengan pesan keimanan dan muhasabah diri. Mengawali dengan mengingatkan seluruh santri agar senantiasa bersyukur pada Allah.
![]() |
| Santri MITQ QQ ikuti apel pagi |
Bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan untuk beramal saleh, seperti melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, dan menuntut ilmu. Menurut beliau, tidak semua orang diberi kesempatan dan kemampuan untuk melakukan amal-amal tersebut.
Dalam amanatnya, Ustaz Abdul Mu’in juga menyampaikan kandungan makna dari Surah Al-Mu’minun ayat 99-100, yang menggambarkan penyesalan orang-orang ketika hampir meninggal dunia.
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ لَعَلِّىٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحٗا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كَلَّآۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَاۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرۡزَخٌ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ
“Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat amal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada alam barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 99–100)
Mereka memohon agar dikembalikan ke dunia untuk melakukan amal saleh yang telah mereka tinggalkan. Namun permohonan tersebut tidak dikabulkan, karena itu hanyalah alasan semata. Setelah kematian, terdapat penghalang berupa alam barzakh hingga hari kebangkitan.
Pesan utama yang ditekankan dalam amanat tersebut adalah bahwa penyesalan di akhir kehidupan tidak lagi membawa manfaat. Kesempatan untuk beriman dan beramal saleh hanya ada selama hidup di dunia. Setelah kematian, harapan untuk kembali dan memperbaiki amal akan menjadi sia-sia.
Melalui apel pagi ini, diharapkan para santri MITQ Qoryatul Qur’an semakin menyadari pentingnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin, memperbanyak amal saleh, serta menumbuhkan kedisiplinan dan kesungguhan belajar sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Kontributor: Ustazah Bella

Posting Komentar untuk "Apel Pagi MITQ Qoryatul Qur’an Bersama Ustaz Abdul Mu’in: Amal Saleh sebagai Bekal Kehidupan Akhirat"