Relawan QQ Peduli Silaturahmi ke Rumah Ustaz Dzuljasmi, Tokoh Dewan Dakwah Sumatra Barat

Kamis, 18 Desember 2025. Relawan QQ Peduli dan Dewan dakwah bersilaturahmi ke kediaman Ustaz Dzuljasmi. Beliau adalah dai yang diutus Dewan Dakwah untuk kembali ke kampung halaman di pedalaman Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Sumatra Barat.

Daerah ini memiliki nilai sejarah penting, karena pada masa PRRI (1958) menjadi tempat singgah dan persembunyian Mohammad Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara di hutan-hutan sekitarnya.

PRRI sendiri merupakan gerakan ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat di Jakarta, yang diproklamasikan pada 15 Februari 1958 di Padang, Sumatra Barat, oleh sejumlah tokoh sipil dan militer daerah. Gerakan ini pada akhirnya berakhir dengan perdamaian bersama pemerintah pusat.

Pada tahun 1987, Mohammad Natsir mengirim surat dan meminta agar dikirimkan dana sebesar Rp1.000.000, dengan pesan beliau bahwa dana tersebut “tampaknya akan sangat bermanfaat di daerah Pagadih Palupuh Sumbar.”

Salah satu tokoh Dewan Dakwah Sumatra Barat pada masa awal, yaitu Ustaz Dzuljasmi, kemudian mengelola dana tersebut untuk pembangunan Masjid Nurul Huda. Untuk melengkapi pembangunan masjid, digunakan pula dana tambahan yang berasal dari hasil kebun kopi masyarakat.

Ustadz Dzuljasmi
Relawan bersilaturahmi ke rumah Ustaz Dzuljasmi (berkopiah putih)

Sejak tahun 1987 hingga sekarang, Ustaz Dzuljasmi tetap menjabat sebagai takmir masjid, sementara pengurus lainnya silih berganti. Di samping masjid tersebut terdapat bangunan yang dahulu menjadi tempat singgah Mohammad Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara, yang kini telah diperbaiki dan difungsikan sebagai posko bencana longsor.

Pagadih sendiri baru-baru ini terdampak bencana longsor. Sekitar 20 rumah tidak lagi dapat dihuni, dengan rincian 3 rumah hancur tertimbun longsor dan 17 rumah rusak berat akibat pergerakan tanah. Kondisi yang cukup parah dan tentu butuh kepedulian kita bersama.

Perwakilan Relawan QQ Peduli dan Dewan Dakwah kemudian melakukan survei lokasi untuk memastikan kebutuhan warga, mengingat daerah ini merupakan wilayah binaan Dewan Dakwah melalui Ustaz Dzuljasmi.

Foto bersejarah
Foto bersejarah milik Ustaz Dzuljasmi

Alhamdulillah, kediaman Ustaz Dzuljasmi tidak termasuk yang terdampak langsung longsor. Namun sebelum bencana terjadi, wilayah ini mengalami hujan terus-menerus selama hampir dua pekan, pagi, siang, dan malam, hingga cahaya matahari hampir tidak terlihat. Setelah longsor, listrik padam dan aliran air sempat terputus, sehingga warga memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pasca-survei, kondisi perlahan mulai kembali normal. Listrik dan air sudah berfungsi, meskipun warga terdampak masih tinggal di posko. Sebagian warga yang terdampak telah menyiapkan lokasi untuk membangun rumah baru, sebagian lainnya sementara dibantu oleh keluarga.

Pihak wali nagari (lurah) juga berupaya mengomunikasikan bantuan perumahan kepada pemerintah. Untuk kebutuhan sembako, alhamdulillah sudah tercukupi, meski distribusinya terkendala jalan berlumpur dan licin akibat longsor.

Di beberapa titik, jalan telah dibersihkan. Tim survei sempat menunggu proses pembersihan lumpur oleh alat berat (ekskavator) sebelum melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, setelah berdiskusi di kediaman Ustaz Dzuljasmi, tim diajak meninjau posko bencana, Masjid Nurul Huda, serta diperlihatkan langsung tempat singgah Mohammad Natsir di masa lalu.

Ustaz Dzuljasmi merupakan sahabat dekat Ustaz Syuhada Bahri dan Ustaz Muzayyin Abdul Wahhab. Pada masa awal berdirinya DDII Sumatra Barat, kata Ustaz Dzuljasmi, “Kantor Dewan Dakwah Sumatra Barat hanyalah sebuah musala kecil, dengan kandang di sampingnya dan rawa di bagian belakang.”

Ustaz Dzuljasmi juga dikenal sebagai sosok yang dahulu sering mengangkat telepon Mohammad Natsir, pada masa komunikasi masih menggunakan telepon jadul.

Saat tim relawan berpamitan kepada Ustaz Dzuljasmi dan wali nagari, salah seorang warga bahkan menawarkan untuk menyembelihkan ayam kampung jika tim bermalam. Ustaz Dzuljasmi pun sempat mengira tim akan menginap karena waktu sudah menjelang Magrib.

Namun karena pada hari Kamis, 18 Desember 2025, tim dijadwalkan menyalurkan bantuan ke wilayah banjir Malalo dan Batang, Sumatra Barat, maka diputuskan untuk tidak bermalam.

Tim menggunakan tiga sepeda motor. Salah satu motor sewaan mengalami sedikit gangguan sehingga kesulitan menanjak di jalan curam dan harus didorong. Motor jenis Beat juga tidak kuat menanjak jika berboncengan, sehingga penumpang harus turun di beberapa titik.

Sempat dipertimbangkan menyewa mobil pikap untuk mengangkut motor, namun setelah dicoba kembali, alhamdulillah motor dapat naik perlahan meski dengan ekstra kehati-hatian.

Perjalanan survei dimulai pukul 11.30 WIB, tiba di lokasi sekitar 16.00 WIB, dan kembali ke Bukittinggi sekitar pukul 17.00 lebih, hingga sampai sekitar 21.15 WIB. Dalam perjalanan pulang, hujan sempat turun. Tim berhenti sejenak untuk minum dan makan hangat sambil menunggu waktu salat Magrib dan Isya.

Kondisi jalan naik-turun perbukitan dengan sisi kanan-kiri berupa hutan lebat. Struktur tanah yang bercampur pasir menjadikan wilayah ini rawan longsor. Di beberapa titik, tampak bekas longsoran meski tidak parah.

Karena hari sudah malam dan hujan turun, tim memilih segera kembali demi menghindari risiko longsor susulan, serta kewaspadaan terhadap satwa liar, mengingat kawasan hutan yang masih sangat alami.

Reporter: Ustaz Salman Al Hawari

Posting Komentar untuk "Relawan QQ Peduli Silaturahmi ke Rumah Ustaz Dzuljasmi, Tokoh Dewan Dakwah Sumatra Barat"