Resensi Buku “Penghafal Al-Qur’an Tapi Maksiat” Karya Muhammad Asadulloh: Yuk, Sadar!

Oleh: Mohammad Ihsan Ibadurohim
Santri kelas XII Ta'jil MATQ Qoryatul Qur’an Komplek Jonggring Saloka, asal Tawangmangu, Karanganyar

Alhamdulillah, atas izin Allah Swt., saya telah diberi waktu dan peluang untuk membaca buku ini. Rasanya, saya ingin membawa buku ini kemana pun saya pergi, karena bisa mengingatkan saya. Buku ini berjudul Penghafal Al-Qur’an Tapi Maksiat.

  • Judul buku : Penghafal Al-Qur’an Tapi Maksiat .
  • Penulis : Muhammad Asadulloh
  • Penerbit : CV. Faqih Karya Publishing 
  • Cetakan ke - : 2 
  • Tahun terbit : 2023
  • ISBN : 62-547-4392-135
  • Tebal Buku : x + 131 

Buku ini ditulis oleh Muhammad Asadulloh atau yang bisa dipanggil Asad. Asad adalah penulis kelahiran di Sukabumi, pada 13 Desember 2001. Menyelesaikan pendidikan dasar di SDIT Madani Bogor, lalu melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP IT Adzkia Sukabumi.

Baca buku
Mohammad Ihsan Ibadurohim membaca buku Penghafal Al-Qur’an Tapi Maksiat

Asad kemudian melanjutkan pendidikan kelas atas di Pondok Pesantren Terpadu Darul Qur’an Mulia Bogor. Saat menulis buku ini, ia sedang melanjutkan pendidikan kuliah di Turki. Mau kenalan, bisa follow di Instagram @asadedulloh.

Penghafal Al-Qur’an dan maksiat adalah dua hal yang seharusnya tidak bisa menyatu, karena bagi siapa saja yang sudah menghafal Al-Qur’an, seharusnya ayat-ayat yang ia hafal bisa membimbing dalam mengingatkan ketaatan dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Ada kutipan yang saya suka, sebagai pengingat bagi diri sendiri: “Manusia melakukan kemaksiatan itu wajar, tapi bukan berarti mewajarkan maksiat.” (hal.19)

Ada lagi di lembar lainnya: “Bila salatmu sekarang ini adalah salatmu yang terakhir, maka berikanlah salat terbaikmu di hadapan Allah Swt.” (hal. 87)

Kelebihan buku ini menurut saya, dari segi bahasanya cukup mudah dipahami, bahkan yang menarik bagi saya adalah banyaknya nasihat-nasihat yang tertulis di setiap halamannya.

Penghafal Al-Qur’an Tapi Maksiat
Sampul buku Penghafal Al-Qur’an Tapi Maksiat

Tiap lembarnya diselipkan kata-kata mutiara yang sangat membuat sadar bahwa para santri penghafal Al-Qur’an tidak seharusnya berbuat maksiat. Tentu ini sangat bagus sebagai pengingat diri.

Untuk teman-teman santri penghafal Al-Qur’an tapi masih bermaksiat, mau tobat tidak bisa-bisa, maka berdoalah lalu baca buku ini. Insyaallah teman-teman akan sadar. Karena memang buku ini sangat bermanfaat untuk santri yang ingin menyadarkan bahwa dirinya adalah sang penghafal Al-Qur’an.

Andaikan saya disuruh memberi nilai buku ini, maka saya beri angka 9 dari 10. Akhirnya, saya berpesan kepada teman-teman, sekaligus diri sendiri: “Ingat kawan, Anda adalah penghafal Al-Qur’an, jangan maksiat ya!”

Posting Komentar untuk "Resensi Buku “Penghafal Al-Qur’an Tapi Maksiat” Karya Muhammad Asadulloh: Yuk, Sadar!"