Ma’had Aly Qoryatul Qur’an menggelar Pembukaan Ujian Terbuka Tugas Akhir Mahasantri Tahun Ajaran 2025/2026 pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Masjid Nurul Ilmi, Komplek 08 Jonggring Saloka. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.30 WIB dan berlangsung dengan khidmat.
Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran direktorat PPTQ Qoryatul Qur’an, para sesepuh komplek yang terdiri dari Pak Abu Yadi, Pak Susanto, Ustaz Hasim, dan Pak Karlan, para ummahat, asatiz, serta segenap mahasantri peserta ujian terbuka. Ujian terbuka tahun ini diikuti oleh mahasantri putra angkatan 5 dan mahasantri putri angkatan 6.
![]() |
| Pembukaan Ujian Terbuka |
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan basmalah oleh MC Ustaz Muhammad Devi Syahputra, dilanjutkan tilawah Al-Qur’an oleh Muhammad Muidz Luthfi yang membacakan Surah Thaha ayat 111–120. Lantunan ayat suci menghadirkan keberkahan pada majelis pagi ini.
Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Abu Yadi yang mewakili sesepuh komplek Ma’had Aly Qoryatul Qur’an. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh hadirin yang hadir untuk menyaksikan ujian terbuka para mahasantri.
![]() |
| Sambutan Bapak Abu Yadi |
Beliau juga memberikan motivasi agar para mahasantri tidak sekadar menjalani ujian sebagai formalitas, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari proses keberhasilan belajar selama menempuh pendidikan di Ma’had Aly Qoryatul Qur’an.
Menurut beliau, ujian terbuka merupakan salah satu penentu keberhasilan, sehingga para mahasantri diminta untuk percaya diri dalam menghadapinya. Beliau menegaskan bahwa peringkat atau ranking bukanlah hal utama, melainkan kesungguhan dan keseriusan dalam melaksanakan tugas akhir.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H., selaku Mudir Ma’had Aly Qoryatul Qur’an sekaligus ketua panitia. Dalam kesempatan tersebut, beliau memamitkan Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I., beserta sebagian jajaran direktorat yang berhalangan hadir karena agenda lain yang bersamaan.
Ustaz Luthfi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para dosen pembimbing yang telah dengan penuh kesabaran mendampingi mahasantri dalam penyusunan tugas akhir. Memohon maaf atas segala kekurangan sikap dan perilaku para mahasantri selama proses bimbingan.
![]() |
| Sambutan Mudir Maaly QQ |
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa ujian terbuka ini merupakan agenda tahunan setelah mahasantri menempuh enam semester pembelajaran, yang meliputi dua tahun pembelajaran dan satu tahun khidmah atau pengabdian, baik di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an maupun di lembaga lain, sebagai bekal tarbiyah fikriyah.
Kepada para penguji, beliau berharap agar dapat menjalankan tugas dengan tegas dan adil, serta memberikan koreksi dan arahan yang konstruktif demi kebaikan para mahasantri.
Pembukaan resmi ujian terbuka oleh Ustaz Hartanto, S.Pd.I., Al-Hafizh, selaku Direktur Operasional PPTQ Qoryatul Qur’an. Beliau berharap karya tulis ilmiah yang diuji pada kesempatan ini menjadi karya perdana para mahasantri, yang kelak akan disusul oleh karya-karya lain yang lahir dari tangan mereka dan membawa manfaat bagi umat.
Beliau juga menekankan pentingnya peran mahasantri dalam menyalurkan dan mengeksplorasi ilmu melalui media yang ada, di tengah maraknya masyarakat mengekspresikan pemikiran melalui media sosial. Kegiatan pembukaan ujian terbuka ini secara resmi dibuka oleh beliau dengan mengucapkan basmalah.
![]() |
| Direktur Operasional membuka ujian secara resmi |
Dengan dibukanya ujian terbuka ini, diharapkan seluruh mahasantri dapat mengikuti rangkaian ujian dengan penuh kesungguhan, kejujuran, dan tanggung jawab, serta mampu mempertanggungjawabkan karya ilmiah yang telah disusun sebagai puncak proses pendidikan di Ma’had Aly Qoryatul Qur’an.
Selanjutnya, Bapak Susanto selaku perwakilan dari yayasan, berkenan menyampaikan nasihat. Beliau menegaskan bahwa mahasantri dididik dengan ruh kepemimpinan (leadership) di ranah pendidikan, di mana proses pembinaan tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga menggarap hati dan pikiran.
Oleh karena itu, para mahasantri diingatkan untuk menyadari bahwa mereka dipersiapkan menjadi murabbi dan murabbiyah di tengah masyarakat. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa ujian karya tulis ini bertujuan agar mahasantri benar-benar memahami ilmunya.
![]() |
| Nasihat Pak Susanto |
Mahasantri hendaklah mampu memimpin diri sendiri, menata dan menyelesaikan persoalan pada diri sebelum memimpin orang lain. Terkadang, lanjutnya, seseorang tidak menyadari bahwa para pembina sedang menyiapkan proses tersebut secara bertahap.
Dalam kesempatan ini, Pak Susanto juga menyampaikan tiga hal penting yang perlu dipahami oleh mahasantri, yakni mengenali potensi diri, melakukan upaya maksimal (effort), serta memiliki penyemangat dalam menempuh proses. Kehadiran seorang mentor sangat dibutuhkan sebagai pemberi dukungan dan penguat bagi mahasantri.
Nasihat berikutnya disampaikan oleh Ustaz Hasim Makmun Tohar. Dalam penyampaiannya, beliau menyoroti masih kurangnya perhatian sebagian mahasantri terhadap tujuan prinsip pendidikan di Ma’had Aly Qoryatul Qur’an, yang sejatinya berorientasi pada pembentukan tradisi keilmuan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi sebuah ironi apabila tidak disadari dan dibenahi bersama.
![]() |
| Nasihat Ustaz Hasim |
Beliau menegaskan bahwa peradaban Islam ditandai oleh peradaban ilmu. Oleh karena itu, apabila karya tulis yang dihasilkan hanya bersifat plagiasi, maka hal tersebut menunjukkan belum terjaganya tradisi keilmuan yang menjadi ruh peradaban Islam.
Literasi, lanjutnya, tidak cukup dimaknai sebagai minat baca semata, melainkan mencakup kemampuan membaca, menulis, menganalisis, merespons, hingga memberikan kritik dan umpan balik terhadap sebuah karya tulis.
Lebih jauh, Ustaz Hasim menjelaskan bahwa salah satu ciri utama peradaban adalah kemampuannya mewariskan ilmu pengetahuan. Peradaban ilmu lahir dari proses panjang belajar, membaca, menulis, menelaah, melakukan riset, dan berbagai aktivitas intelektual lainnya. Karena itu, para mahasantri diharapkan mampu menjaga dan melanjutkan tradisi tersebut melalui karya ilmiah yang orisinal dan bermutu.
Acara Pembukaan Ujian Terbuka Tugas Akhir Mahasantri Tahun Ajaran 2025/2026 berakhir dengan sesi foto bersama. Selanjutnya, segenap mahasantri akan mengikuti ujian di hadapan para penguji. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran bagi semua.






Posting Komentar untuk "Seremoni Pembukaan Ujian Terbuka Tugas Akhir Mahasantri Ma’had Aly Qoryatul Qur’an Tahun Ajaran 2025/2026"