Outing Class MTsTQ ISTECH Qoryatul Qur’an ke PMI Kabupaten Sukoharjo Pelajari tentang Pertolongan Pertama

MTsTQ ISTECH Qoryatul Qur’an melaksanakan outing class dengan berkunjung ke Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukoharjo di Jl. Rajawali, Joho, Sukoharjo. PMI Kabupaten Sukoharjo.

Kunjungan dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025 pada pukul 09.00 WIB. Berangkat menaiki dua armada mikrobus QQ Trans, sejumlah 25 santri didampingi guru termasuk Kepala Madrasah, Ustaz Agus Umar Ar-Rifai, S.Pd.I.

Santri ISTECH
Santri ISTECH ke PMI Sukoharjo

Acara dipandu kakak-kakak dari Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) yang merupakan wadah koordinasi dan penyalur aspirasi bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai tingkatan (Mula, Madya, Wira) di seluruh Indonesia.

FORPIS berfungsi sebagai jembatan komunikasi, meningkatkan peran aktif remaja dalam kepemimpinan PMI, serta mempererat persahabatan antar sekolah untuk mewujudkan kegiatan kemanusiaan yang lebih efektif dan membangun karakter relawan muda yang kuat, mandiri, dan bertanggung jawab.

Kepala Markas PMI Kabupaten Sukoharjo, Bapak Ismoyo Sidiq dalam sambutan mengawali dengan rasa terima kasih atas kunjungan dari MTsTQ Qoryatul Qur’an atas kepercayaannya bekerja sama dengan PMI.

Kepala Markas PMI
Sambutan Kepala Markas PMI Kabupaten Sukoharjo

“Di sekolah-sekolah, kami ada program PMR (Palang Merah Remaja) yang fokus pada edukasi tentang kepalangmerahan dan kebencanaan bagi sekolah. Dengan pengembangan sekolah siaga bencana untuk edukasi tentang potensi bencana di sekitar,” kata beliau.

Kepala MTsTQ, Ustaz Agus Umar Ar-Rifai, S.Pd.I. menyampaikan, “Kita ingin santri belajar tentang PMI dan harapannya kelak bisa ikut berkontribusi dalam kemanusiaan seperti bapak/ibu pengurus PMI dan kakak-kakak PMR.”

Kepala MTsTQ QQ
Sambutan Kepala MTsTQ Qoryatul Qur'an

Kepada para santri, beliau mengingatkan agar meluruskan niat untuk belajar tentang PMI dan perannya di tengah masyarakat, sebagai organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Agar tumbuh kepedulian kepada sesama.

Materi edukasi disampaikan oleh kakak-kakak PMR tentang pertolongan pertama. Pertolongan pertama adalah pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit, cedera, atau kecelakaan, yang memerlukan penanganan medis dasar.

Pemberi pertolongan disebut juga sebagai penolong pertama. Pertolongan pertama dilakukan untuk menyelamatkan jiwa korban, mencegah cacat, serta memberikan rasa nyaman, dan mempercepat proses penyembuhan.

Alat perlindungan diri (APD) yang digunakan untuk melindungi diri dari darah dan cairan korban yang dapat menularkan penyakit di antaranya adalah sarung tangan (lateks), masker penolong, dan kacamata pelindung.

Langkah awalnya adalah penilaian korban. Penilaian keadaan di lokasi kejadian, tentang kondisi, kemungkinan yang akan terjadi, dann cara mengatasinya. Penilaian dini tentang luka atau kasus medisnya.

Kita juga memeriksa respon korban: awas, suara, nyeri, dan tidak respon (ASNT). Kita panggil si korban ada respon apa tidaknya. Tanda bahaya bisa dilihat ketika tak ada respon. Juga menilai pernapasan: lihat, dengar, dan rasakan (LDR).

Praktik pertolongan pertama
Praktik pertolongan pertama dengan bidai

Kakak-kakak PMR kemudian mengajak santri menyaksikan langsung praktik pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat ada yang membutuhkan bantuan. Praktik langsung dilakukan para remaja relawan melibatkan langsung para santri.

Adapun praktik yang dilakukan adalah proses pembidaian yang merupakan tindakan pertolongan pertama memberikan penopang (bidai) pada bagian tubuh yang cedera, terutama patah tulang atau dislokasi.

Fungsinya untuk menjaga kestabilan, mencegah pergerakan, mengurangi nyeri, dan mencegah cedera lebih lanjut sebelum mendapat perawatan medis profesional. Sangat penting imobilisasi (membatasi gerak) area cedera agar tulang tetap pada posisi anatomisnya, mengurangi pendarahan, serta mempercepat penyembuhan.

Praktik evakuasi
Praktik evakuasi korban ke ambulans

Santri juga dikenalkan beberapa peralatan evakuasi, ditunjukkan manekin menggunakan atribut lengkap. Lalu santri diajak praktik evakuasi korban, dari cara menaikkan ke atas tandu, mengangkatnya dan membawa ke ambulans.

Kakak-kakak PMR kemudian mengenalkan peralatan pertolongan pertama seperti tabung oksigen kecil, helm keselamatan, rompi pelampung, kacamata pelindung, dan sepatu bot. Santri dipersilakan praktik mengenakan peralatan tersebut.

Semoga kunjungan ke PMI Sukoharjo ini bisa memberi gambaran awal tentang pemahaman pertolongan pertama, sekaligus memantik rada peduli pada sesama. Terima kasih untuk PMI Sukoharjo dan kakak-kakak PMR, semoga menjadi amal jariah bagi semua.

Posting Komentar untuk "Outing Class MTsTQ ISTECH Qoryatul Qur’an ke PMI Kabupaten Sukoharjo Pelajari tentang Pertolongan Pertama"