Selain menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir bandang, tim relawan QQ Peduli yang telah sampai di Aceh Tamiang juga berupaya memulihkan kondisi psikis para penyintas, khususnya anak-anak. Antisipasi dampak trauma yang dialami warga akibat bencana yang meluluhlantakkan permukiman di wilayah Tamiang, Aceh.
Di tengah kehancuran rumah-rumah warga yang nyaris rata dengan tanah, Masjid Al-Ihsan tampak berdiri kokoh dan menjadi satu-satunya bangunan yang bertahan. Masjid ini kemudian difungsikan sebagai pusat aktivitas warga, termasuk berkumpulnya anak-anak Aceh yang memang keseharian dekat dengan masjid.
Dalam salah satu kesempatan, Senin, 22 Desember 2025, Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd., salah satu relawan QQ Peduli, mengumpulkan anak-anak yang berada di Masjid Al-Ihsan. Beliau mencoba memberikan penguatan mental dan ruhiyah kepada anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terdampak secara psikologis akibat bencana.
![]() |
| Ustaz Salman Al Farisi bersama anak-anak Aceh |
Ustaz Salman mengajak anak-anak duduk bersama untuk mendengarkan kisah Nabi Musa As., sejak masa kecil hingga perjuangannya berdakwah menghadapi Raja Firaun. Melalui kisah tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa ujian berat telah dialami para Nabi, namun pertolongan Allah Swt. senantiasa hadir bagi hamba-Nya yang beriman.
Dikisahkan, Nabi Musa sejak bayi telah menghadapi ancaman kezaliman Firaun yang membunuh bayi laki-laki Bani Israil. Atas kehendak Allah, Nabi Musa justru diasuh di istana Firaun sebelum akhirnya kembali ke pangkuan sang ibu.
Bahkan ketika masih kecil, Nabi Musa pernah hampir dibunuh karena menarik jenggot Firaun, namun Allah menolongnya melalui pembelaan Asiyah, istri Firaun. Allah melindungi Nabi Musa dengan menggerakkan tangannya sehingga mengambil api, yang membuat Firaun menyangka Musa hanyalah anak kecil yang belum mengerti.
Pada masa remaja, ujian kembali datang saat Nabi Musa tak sengaja membunuh orang Mesir karena melerai perkelahian, beliau harus melarikan diri ke Madyan karena dikejar tentara Firaun. Puncaknya, Allah menolong Nabi Musa dan pengikutnya ketika terjebak di Laut Merah dengan membelah lautan melalui tongkat, hingga Firaun dan bala tentaranya tenggelam.
Melalui kisah ini, Ustaz Salman menanamkan keyakinan kepada anak-anak bahwa di tengah ujian dan musibah yang berat, pertolongan Allah selalu dekat. Anak-anak diajak untuk berdoa dan berharap agar Allah memberikan yang terbaik dari setiap ujian yang sedang mereka alami.
Kegiatan pemulihan psikis ini menjadi bagian dari ikhtiar QQ Peduli dalam membantu warga Aceh Tamiang bangkit, tidak hanya secara fisik melalui bantuan logistik, tetapi juga secara mental dan spiritual, terutama bagi generasi anak-anak yang menjadi harapan masa depan.
Donasi Kemanusiaan Sumatra bisa disalurkan melalui QQ Peduli. Rekening: BRI 6908-01-021326-53-8 atau BSI 3300-5500-17 atas nama Qoryatul Qur'an Peduli. Konfirmasi donasi melalui WA ke: Admin Qoryatul Qur'an Peduli. Atau datang langsung ke PPTQ Qoryatul Qur'an.

Posting Komentar untuk "Semangati Anak-Anak Aceh Penyintas Bencana, Ustaz Salman Al Farisi Berkisah tentang Pertolongan Nyata Allah di Tengah Ujian"