Tim Dakwah PPTQ Qoryatul Qur’an kembali melaksanakan kegiatan dakwah melalui Kajian Rutin di Masjid Al Hijrah, Ngruwuh Kulon, Punduhsari, Manyaran, Wonogiri, pada Ahad malam, 13 September 2026, bakda Salat Isya.
Kegiatan ini diikuti oleh jamaah setempat dan menghadirkan Tim Dakwah PPTQ Qoryatul Qur’an yang terdiri dari Ustaz Bilal Ahmad Mubarok, S.Pd., Ustaz Abdul Mu’in, S.Pd.I., Ustaz Muhammad Rizal Habib, S.Pd., dan Ustaz Aditya Putra Pratama, S.Pd.
Pada kesempatan tersebut, Ustaz Muhammad Rizal Habib, S.Pd., menyampaikan kajian dengan mengajak mendeteksi jiwa dengan takwa kepada Allah. Beliau mengajak jamaah untuk memperhatikan kondisi hati sebagai pusat kendali seluruh perilaku manusia.
Usta Rizal Habib menjelaskan salah satu hadis Arbain Nawawiyah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, tentang hati manusia yang jika baik maka akan baik seluruh tubuhnya, begitu pun sebaliknya.
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.”
![]() |
| Ustaz Rizal Habib menyampaikan tentang potensi baik dan buruk dari hati manusia |
Hadis tersebut menunjukkan bahwa baik dan buruknya seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi hatinya. Apabila hati seseorang baik, maka perilaku dan amalnya akan mengarah kepada kebaikan. Sebaliknya, apabila hati rusak, maka akan berdampak pada rusaknya perilaku dan amal perbuatannya.
Ustaz Rizal Habib juga menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk memilih jalan kebaikan maupun keburukan. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Asy-Syams ayat 8 yang menerangkan bahwa Allah telah mengilhamkan kepada jiwa manusia jalan kefasikan (fujur) dan jalan ketakwaan (takwa).
Dari ayat tersebut kita dapat memahami bahwa setiap manusia memiliki potensi kebaikan dan keburukan. Karena itu, kita perlu terus mengevaluasi kondisi jiwa kita. Jika jiwa kita dipenuhi keburukan, maka akan sulit bagi kita untuk melaksanakan berbagai amal kebaikan.
Ustaz Rizal Habib juga menekankan bahwa setiap amal saleh harus dibangun di atas ilmu. Oleh karena itu, salah satu cara menjaga kesehatan hati adalah dengan mempelajari dan mendalami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Selain menyampaikan materi kajian, Ustaz Rizal Habib turut mengajak para jamaah untuk memberikan perhatian serius terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi putra-putri dan cucu mereka. Beliau mendorong para orang tua agar mengarahkan generasi muda untuk belajar Al-Qur’an secara lebih intensif.
Salah satunya melalui pendidikan di PPTQ Qoryatul Qur’an. Ajakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi Penerimaan Santri Baru (PSB) PPTQ Qoryatul Qur’an Tahun Ajaran 2027/2028, dari unit TAUD, MITQ, MTsTQ, MATQ, hingga Ma’had Aly.
Kontributor: Ustaz Aditya Putra Pratama

Posting Komentar untuk "Kajian bersama Warga Ngruwuh Kulon, Punduhsari, Manyaran, Ustaz Rizal Habib Ingatkan Potensi Manusia dalam Kebaikan dan Keburukan"