PPTQ Qoryatul Qur’an Terima Kunjungan Tim Kampung IT Solo, Jajaki Peluang Kolaborasi Teknologi untuk Dakwah Islam

PPTQ Qoryatul Qur’an menerima kunjungan silaturahmi dari Tim Kampung IT Solo yang dipimpin langsung oleh Ustaz Junaedy Alfan beserta rombongan. Hadir pada Rabu, 12 Agustus 2026 sekira pukul 10.00 WIB.

Rombongan diterima langsung oleh Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I. beserta jajaran direktorat, Abi Jaiman, Ustazah Umi Lathifah, dan sejumlah asatiz yang turut mendampingi.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat di Meeting Room Lantai 2 Komplek 06 Asemlegi Gabeng. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Ustaz Faris Ahmad, Lc., M.Pd., dilanjutkan tilawah Al-Qur’an oleh Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd. yang membacakan QS. Ali ‘Imran ayat 26–27.

Sambutan selamat datang oleh Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H., yang menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan Kampung IT Solo. Sekilas beliau menyampaikan selayang pandang tentang PPTQ Qoryatul Qur’an.

Ustaz Luthfi berharap kunjungan ini dapat menjadi tindak lanjut dari silaturahmi yang sebelumnya telah dilakukan oleh PPTQ Qoryatul Qur’an ke Kampung IT Solo (Elfan AI Academy) pada 28 April 2026. Beliau juga memperkenalkan satu per satu asatiz yang hadir dalam majelis ini.

Selanjutnya Ustaz Junaedy Alfan menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan. Beliau mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya dapat bersilaturahmi secara langsung ke PPTQ Qoryatul Qur’an.

Ustaz Junaedy Alfan
Kunjungan Ustaz Junaedy Alfan dari Kampung IT Solo

Menurut Ustaz Junaedy Alfan, setiap tamu yang berkunjung ke Kampung IT Solo selalu menyisakan “utang silaturahmi” yang harus dibalas dengan kunjungan balik. “Alhamdulillah, baru kali ini kami bisa membayar utang tersebut kepada Qoryatul Qur’an,” ungkap beliau.

Ustaz Junaedy juga mengaku telah lama mengikuti perkembangan PPTQ Qoryatul Qur’an melalui saluran WhatsApp resmi lembaga. Aktivitas yang begitu dinamis dan beragam membuatnya penasaran untuk mengenal lebih dekat sistem yang dijalankan di pesantren tersebut.

Apalagi keberadaan banyak komplek yang tersebar di berbagai lokasi menjadi hal yang menarik untuk dipelajari, terutama terkait bagaimana konektivitas, koordinasi, dan sinergi antar komplek dapat berjalan dengan baik dalam satu manajemen lembaga yang utuh.

Lebih jauh, Ustaz Junaedy menyampaikan cita-citanya untuk ikut berkontribusi dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Beliau sejak dini telah menanamkan semangat tersebut kepada anak-anak dan keluarga.

Ustaz Junaedy memegang prinsip “My Family is My Team”, yakni dengan memberdayakan dan menguatkan keluarga sebagai tim perjuangan yang bersama-sama bergerak dalam kebaikan.

Pada kesempatan ini, beliau juga mengajak keluarga turut hadir bersilaturahmi. Kehadiran sang anak merupakan bagian dari ikhtiarnya mengenalkan lingkungan perjuangan dan jaringan kebaikan yang selama ini dibangun.

“Saya ingin anak saya tahu dengan siapa saja ayahnya berinteraksi. Harapannya, ketika suatu saat saya sudah tidak ada, hubungan baik ini tidak terputus dan tetap berada pada frekuensi perjuangan yang sama,” tutur beliau.

Ustaz Junaedy berharap silaturahmi ini dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Kampung IT Solo dan PPTQ Qoryatul Qur’an, khususnya dalam pengembangan pendidikan, dakwah, dan pemanfaatan teknologi untuk kemaslahatan umat.

Menanggapi maksud dan tujuan silaturahmi dari rombongan Ustaz Junaedy Alfan, Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I. menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas kunjungan yang memang sudah ditunggu-tunggu ini.

Kehadiran para tamu merupakan kehormatan sekaligus keberkahan bagi keluarga besar PPTQ Qoryatul Qur’an. “Kami sangat bergembira Ustaz Junaedy Alfan berkenan hadir ke sini. Semoga menjadi keberkahan bagi PPTQ Qoryatul Qur’an,” ungkap beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Setyadi menjelaskan bahwa PPTQ Qoryatul Qur’an didirikan sebagai sarana untuk mewujudkan nilai-nilai Islam agar tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar teraplikasi dalam kehidupan nyata.

Pendidikan di pesantren, menurut beliau, harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memahami ajaran Islam, tetapi juga menghadirkannya sebagai solusi bagi persoalan umat dan peradaban sepanjang masa.

Beliau menyoroti bahwa salah satu problem besar peradaban saat ini adalah minimnya kader ulama yang mampu memimpin umat dan memberikan solusi atas berbagai persoalan zaman.

Sejak dahulu, Allah Swt. mengutus para nabi untuk membimbing manusia dan menyelesaikan problematika peradaban. Namun setelah Nabi Muhammad Saw. sebagai nabi terakhir, tidak akan ada lagi nabi yang diutus untuk menghadapi tantangan zaman berikutnya.

“Rasulullah Saw. telah menjelaskan bahwa ulama adalah pewaris para nabi. Karena itulah kami memandang kaderisasi ulama sebagai kebutuhan yang sangat mendasar. Ulama dengan keilmuannya diharapkan mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi umat manusia pada setiap zaman,” jelas beliau.

Ustaz Setyadi menegaskan bahwa mencetak ulama bukanlah pekerjaan yang sederhana. Banyak lembaga pendidikan saat ini lebih berfokus pada transfer pengetahuan daripada pembentukan ilmu yang melahirkan kesadaran, pemahaman, dan pengamalan.

Akibatnya, tidak semua lulusan pendidikan benar-benar memiliki ilmu yang bermanfaat, dan tidak sedikit pula orang berilmu yang belum mampu mengamalkan ilmunya dalam kehidupan.

Beliau mencontohkan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari banyaknya hafalan, tetapi dari sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu diwujudkan dalam amal nyata.

“Banyak yang hafal 30 juz Al-Qur’an tetapi minim pengamalan. Lebih baik hafal satu ayat namun mampu mengamalkannya. Menghafal Al-Qur’an bukanlah tujuan akhir, melainkan wasilah untuk mempelajari, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan,” tutur beliau.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kader ulama yang dibutuhkan umat saat ini harus memiliki kapasitas yang luas dan mampu menjawab tantangan zaman. Selain mendalami ilmu-ilmu syariat, mereka juga perlu menguasai berbagai bidang yang dapat mendukung dakwah Islam dan pembangunan peradaban.

Menurut Ustaz Setyadi, sosok ulama masa depan harus mampu hadir sebagai alim dalam agama, cendekia dalam berpikir, profesional dalam berkarya, saintis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, entrepreneur dalam membangun kemandirian, serta memiliki kemampuan leadership yang kuat.

Ustaz Setyadi juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi sebagai salah satu instrumen strategis dalam membangun kemajuan umat. Beliau menilai bahwa kemandirian dan kemajuan teknologi merupakan faktor penting dalam mempercepat lahirnya peradaban Islam yang kuat dan berdaya saing.

Karena itu, PPTQ Qoryatul Qur’an menyambut baik peluang kolaborasi dengan Elfan AI Academy dan Kampung IT Solo yang selama ini dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan berbasis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Ustaz Setyadi menegaskan bahwa fondasi utama yang terus dibangun di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an adalah adab. Menurut beliau, adab tidak hanya dimaknai sebagai sopan santun dalam pergaulan, melainkan integrasi antara ilmu, iman, dan amal.

“Bagi kami, adab adalah kunci peradaban. Adab bukan sekadar tata krama atau sopan santun, tetapi kesatuan antara ilmu, iman, dan amal. Bahkan ketika seseorang diam terhadap ketidakadilan, itu juga merupakan bentuk ketidakberadaban.”

Pertemuan dijeda sejenak untuk melaksanakan Salat Zuhur berjemaah di Masjid Widad El Fayez Gabeng. Setelah itu, santap siang bersama. Baru kemudian dilanjutkan dengan tour de QQ, berkunjung ke komplek-komplek Qoryatul Qur’an menaiki armada QQ Trans, sambil berbincang banyak hal terkait potensi kerja sama membangun peradaban.

Tour de QQ
Suasana kunjungan ke komplek-komplek QQ 

Melalui kunjungan ini, Tim Kampung IT Solo dapat menyaksikan secara langsung bagaimana berbagai unit dan komplek yang tersebar di beberapa lokasi tetap terhubung dalam satu visi, manajemen, dan gerak dakwah yang terpadu.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terjalinnya kolaborasi yang lebih erat antara PPTQ Qoryatul Qur’an dan Kampung IT Solo dalam bidang pendidikan, dakwah, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi untuk kemajuan umat dan peradaban Islam.

Posting Komentar untuk "PPTQ Qoryatul Qur’an Terima Kunjungan Tim Kampung IT Solo, Jajaki Peluang Kolaborasi Teknologi untuk Dakwah Islam"