Hari kedua Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an pada Jumat pagi, 14 Agustus 2026, dihadiri para pengurus yayasan, komite sekolah, dan jajaran direktorat pesantren. Di antara sesi acara adalah sambutan dari Komite Sekolah MITQ Qoryatul Qur’an.
Komite Sekolah MITQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Susanto, mengajak para santri untuk mensyukuri pengalaman berkemah yang telah dilalui sekaligus mengambil pelajaran berharga dari setiap kegiatan yang diikuti selama dua hari pelaksanaan Kemah Ceria.
Di hadapan para santri, guru, dan panitia, Ustaz Susanto mengenang masa sekolah dasar beliau dahulu. Diceritakan bahwa pada zaman itu, kegiatan kemah umumnya baru diikuti oleh siswa kelas enam.
![]() |
| Ustaz Susanto apresiasi Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an |
“Dulu kegiatan kemah biasanya baru diikuti saat kelas enam. Sekarang adik-adik yang masih kelas satu, dua, dan tiga pun sudah berani mengikuti kegiatan seperti ini. Ini pengalaman yang luar biasa,” ungkap beliau.
Beliau juga mengapresiasi para peserta yang mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Beliau sempat bertanya kepada para santri apakah ada yang menangis selama kegiatan berlangsung. Jawaban serempak dari para peserta: “Tidak!”
Ustaz Susanto menekankan bahwa nilai terpenting dari kegiatan kemah bukanlah sekadar permainan atau aktivitas yang dilakukan, melainkan tumbuhnya kebersamaan, persaudaraan, dan jiwa setia kawan.
Beliau mengenang bagaimana kegiatan pramuka dan kemah pada masa kecilnya menjadi sarana untuk belajar hidup sederhana, bersahabat dengan alam, serta membangun kenangan indah bersama teman-teman.
Menurut beliau, di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat, kegiatan seperti Kemah Ceria memiliki peran penting untuk mengenalkan anak-anak kepada alam dan lingkungan sekitar.
Melalui pengalaman langsung di alam terbuka, santri dapat belajar bekerja sama, saling membantu, serta menghargai kebersamaan yang tidak selalu bisa diperoleh melalui dunia digital.
Pada kesempatan tersebut, Ustaz Susanto juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada MITQ Qoryatul Qur’an untuk mendampingi putra-putri mereka dalam kegiatan Kemah Ceria.
Beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembentukan karakter sehingga para santri tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan alam, tangguh, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan baik.
Tak lupa, apresiasi juga disampaikan kepada seluruh panitia, Tim Leadership Qoryatul Qur’an, para guru, serta Kepala MITQ Qoryatul Qur’an yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan ini.
Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan. Beliau berharap seluruh evaluasi yang ada dapat menjadi bahan perbaikan sehingga kegiatan serupa di masa mendatang.
Sambutan Ustaz Susanto mengingatkan bahwa Kemah Ceria adalah wahana pendidikan karakter yang menanamkan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kemandirian. Sejalan dengan tema Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an tahun 2026, yaitu “Menjelajah, Berkolaborasi, Bertumbuh, dan Menjadi Tangguh.”

Posting Komentar untuk "Komite Sekolah MITQ Qoryatul Qur’an: “Kemah Ceria Menumbuhkan Kebersamaan dan Jiwa Setia Kawan”"