Selasa, 3 Maret 2026, suasana Kelas Palestina Komplek 02 Pucung PPTQ Qoryatul Qur'an dipenuhi semangat para santriwati yang mengikuti kegiatan Roadshow dan Bedah Film Ayat-Ayat Asa. Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini menghadirkan Ode Santi Soekanto, mantan jurnalis The Jakarta Post yang kini aktif sebagai relawan Sahabat Al Aqsha.
Kegiatan ini bertujuan untuk memutar sekaligus membedah film Ayat-Ayat Asa, film dokumenter karya Yayasan KITA (Khidmat Indonesia untuk Tanah Amanah) yang mengangkat realitas kehidupan di Gaza. Para santriwati dari Komplek Pucung, Asemlegi Gabeng, Jetis, dan Babadan turut hadir bersama.
![]() |
| Ode Santi Soekanto menyampaikan kabar terkini perjuangan di garis depan |
Ustaz Faris Ahmad, Lc., M.Pd. mewakili Tim Pusaka PPTQ Qoryatul Qur’an menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah Komplek Pucung yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar untuk mengetahui perkembangan terbaru tentang Palestina.
Acara ini sekaligus meneguhkan komitmen pesantren yang sejak awal berdirinya konsisten peduli terhadap perjuangan pembebasan Baitul Maqdis. “Kegiatan ini menjadi momentum untuk benar-benar menghadirkan kontribusi nyata dalam diri kita,” ungkap beliau.
Sementara itu, Ustazah Umi Lathifah selaku bagian kepengasuhan santriwati menyampaikan bahwa kehadiran Ode Santi Soekanto di Qoryatul Qur’an bukanlah sebagai tamu, melainkan seperti kembali ke rumah singgahnya sendiri.
![]() |
| Suasana pembukaan acara |
Ustazah Umi juga mengungkapkan rasa syukur karena meskipun cuaca sempat diguyur hujan, hal tersebut tidak mengurangi semangat para santriwati untuk tetap hadir. Mewakili Komplek Pucung, beliau mengucapkan selamat datang kepada seluruh santriwati dari berbagai komplek yang telah menyempatkan diri mengikuti acara ini.
Tibalah saatnya sesi pemaparan oleh Ode Santi Soekanto. Beliau menjelaskan bahwa aktivitasnya bersama Sahabat Al-Aqsha merupakan wujud cinta kepada Baitul Maqdis.
Ode menyoroti dinamika konflik global yang saat ini berkembang, termasuk ketegangan antara Israel-Amerika dan Iran yang menurut beliau menjadi bagian dari pengalihan isu agar dunia melupakan genosida yang terus berlangsung di Gaza.
Lebih lanjut, Ode mengingatkan kembali tentang keistimewaan Baitul Maqdis bagi umat Islam, baik secara historis maupun ruhiyah, sehingga kepedulian terhadapnya bukan sekadar isu kemanusiaan, tetapi juga bagian dari iman.
Dalam pemaparannya, Ode Santi Soekanto menegaskan bahwa di tengah berbagai ujian dan propaganda yang berupaya melemahkan semangat umat, tanda-tanda kemenangan Islam justru mulai tampak di berbagai belahan dunia.
Di antaranya Ode menyampaikan bahwa perhatian dunia terhadap Palestina terus tumbuh, dan simpati terhadap perjuangan rakyat Gaza tidak lagi terbatas pada negara-negara Muslim. Salah satu fenomena itu adalah gelombang masuk Islam di Filipina.
Beliau menceritakan bahwa semakin banyak masyarakat di sana yang memeluk Islam setelah mencari kebenaran melalui berbagai peristiwa global yang mereka saksikan. Namun demikian, para mualaf tersebut masih sangat membutuhkan pendampingan, pembinaan akidah, serta dukungan pendidikan agar dapat memahami Islam secara utuh dan kokoh.
Selanjutnya, pemutaran film Ayat-Ayat Asa dilaksanakan di dua lokasi berbeda dengan tiga layar, guna mengakomodasi seluruh peserta, yakni di ruang Kelas Palestina dan di pendapa utama Komplek Pucung. Potret kehidupan warga Gaza yang sarat ujian namun tetap teguh dalam iman dan harapan.
![]() |
| Pemutaran film Ayat-Ayat Asa |
Perjuangan untuk Baitul Maqdis tidak semata-mata dimaknai sebagai perjuangan fisik atau tentang senjata yang digunakan. Perjuangan itu berdiri di atas fondasi ilmu, kesadaran, dan keteguhan akidah. Ilmu menjadi kekuatan utama yang membangun peradaban, menguatkan narasi kebenaran, serta menjaga umat dari kelalaian dan pengalihan isu.
Para santriwati diingatkan bahwa menuntut ilmu, memahami sejarah, serta meluruskan perspektif tentang Palestina merupakan bagian dari kontribusi nyata yang dapat dilakukan saat ini. Dari pesantren, perjuangan itu dirawat melalui edukasi penguatan karakter sebagai bekal untuk masa depan umat yang lebih kokoh dan bermartabat.



Posting Komentar untuk "Santriwati PPTQ Qoryatul Qur'an Ikuti Roadshow dan Bedah Film “Ayat-Ayat Asa” Bersama Ode Santi Soekanto"