Santri MITQ Qoryatul Qur’an mengikuti kegiatan mabit dan buka puasa bersama serta berkisah dengan pemateri Kak Amri yang dilaksanakan di Gedung MITQ Qoryatul Qur’an pada Jumat, 6 Maret 2026.
Acara diawali dengan Salat Asar berjemaah, dilanjutkan pembukaan, kemudian memasuki acara inti yaitu sesi berkisah bersama Kak Amri. Para santri tampak gembira menyimak kisah yang disampaikan dengan gaya menarik dan penuh pesan moral.
![]() |
| Kak Amri berfoto bersama Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur'an |
Dalam kesempatan ini, Kak Amri menyampaikan kisah tentang Uwaisy Al-Qorni. Kisah ini menceritakan tentang seorang pemuda saleh yang hidup pada masa Rasulullah, namun tidak pernah bertemu langsung dengan beliau. Uwaisy hidup bersama ibunya karena ayahnya telah wafat.
Sejak kecil, Uwaisy memiliki keinginan besar untuk memberangkatkan ibunya menunaikan ibadah haji. Ia pernah berjanji kepada ibunya bahwa suatu saat nanti, ketika ibunya telah sembuh, ia akan mengantarkannya ke Tanah Suci.
Sehari-hari Uwaisy bekerja sebagai penggembala kambing. Demi mewujudkan cita-citanya, ia bahkan meminta kepada majikannya agar jumlah kambing yang digembalakannya diperbanyak sehingga upah yang diterimanya juga bertambah. Dengan begitu, ia berharap dapat lebih cepat mengumpulkan biaya untuk memberangkatkan ibunya berhaji.
Dalam menggembala kambing, Uwaisy memiliki kebiasaan yang dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya. Setiap hari ia berjalan sambil menggendong anak kambing. Karena kebiasaan tersebut, ia sering menjadi bahan ejekan dan bahkan dibully oleh orang-orang di sekitarnya. Selain itu, Uwaisy juga memiliki penyakit kulit sehingga banyak orang yang memfitnah dan tidak menyukainya.
Namun semua itu tidak membuatnya putus asa. Uwaisy tetap menjadi anak yang sangat berbakti kepada ibunya. Setiap pagi ia selalu memasak untuk ibunya yang sedang sakit dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Seiring berjalannya waktu, Uwaisy tumbuh menjadi pemuda yang kuat dan tangguh. Hingga suatu hari, ketika ia telah dewasa, ia mendatangi ibunya di kamar lalu menggendongnya untuk memulai perjalanan menuju Kota Makkah.
Perjalanan tersebut memakan waktu berbulan-bulan, namun ia tetap melakukannya demi memenuhi keinginannya memberangkatkan sang ibu berhaji.
Setelah sesi kisah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjemaah. Setelah berbuka bersama, kegiatan berlanjut dengan Mabit Santri MITQ yang diikuti oleh santri kelas 3, 4, dan 5.
![]() |
| Semangat santri ikut Mabit |
Para santri kemudian melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjemaah, dilanjutkan dengan nasihat dari Ustaz Abdul Mu’in, S.Pd.I. Kegiatan malam diisi dengan tilawah Al-Qur’an bersama sebelum para santri beristirahat.
Setelah persiapan tidur dan MCK, para santri beristirahat untuk mempersiapkan diri menjalani rangkaian ibadah di pagi hari. Menjelang dini hari para santri bangun untuk sahur, kemudian melaksanakan salat Subuh berjemaah.
Pagi harinya kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih halaman sekolah, senam pagi, kemudian diakhiri dengan nasihat menjelang liburan dan penutupan kegiatan.
Pada penutupan kegiatan, Kepala MITQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Agus Tansyah, S.Pd.I., menyampaikan beberapa pesan kepada para santri menjelang masa liburan.
Beliau berpesan agar para santri tetap menjaga kebiasaan baik selama di rumah. Meskipun sedang libur, para santri diharapkan tetap rutin membaca Al-Qur’an. Jika memungkinkan, mereka juga dianjurkan menambah hafalan (ziyadah) dan menyetorkan hafalan kepada ustaz atau ustazah melalui WhatsApp.
Selain itu, para santri juga diingatkan untuk menjaga salat lima waktu dengan baik, membantu orang tua di rumah, serta mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermanfaat. Para santri juga diharapkan mampu menjadi contoh teladan yang baik di lingkungan sekitar.
Kegiatan mabit ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai ketaatan, kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat berbakti kepada orang tua sebagaimana teladan yang ditunjukkan oleh Uwaisy Al-Qorni.
Kontributor: Ustazah Bella


Posting Komentar untuk "MITQ Qoryatul Qur’an Gelar Buka Puasa Bersama dan Mabit Jelang Liburan Akhir Ramadan"