Rabu, 10 Desember 2025, PPTQ Qoryatul Qur'an mendapatkan kunjungan dari Yayasan Lentera Qur'ani Klaten. Tepat pukul 08.30 WIB, rombongan dari tiba di Komplek 02 Pucung. Kedatangan para tamu disambut baik oleh jajaran direktorat, ustazaat dan santriwati. Sambutan diiringi dengan lantunan selawat yang menjadikan suasana penuh khidmat.
![]() |
| Tamu dari Lentera Qur'ani Klaten |
Ustaz Bambang Wahyudi, S.E. mengawali majelis dengan menyapa para tamu dari Yayasan Lentera Qur'ani. Kemudian beliau sekilas memperkenalkan PPTQ Qoryatul Qur'an. Kemudian perwakilan dari Yayasan Lentera Qur'ani menyampaikan maksud dan tujuan berkunjung ke PPTQ Qoryatul Qur'an.
Ustaz Muhammad Badawi mewakili Yayasan Lentera Qur'ani berbicara. "Kedatangan kami ke PPTQ Qoryatul Qur'an tidak ada tujuan lain selain kami ingin belajar," kata beliau. Kemudian disampaikan sekilas tentang perjalanan berdirinya Yayasan Lentera Qur'ani.
"Berawal dari modal nekat, kami memulai mendirikan Lentera Qur'ani. Awalnya kami hanya membuka panti asuhan, kemudian kami tingkatkan dengan mendirikan pondok pesantren. Dimulai dari tahun 2009 sampai saat ini memiliki 13 cabang, cabang terjauh ada di Kairo, Mesir," kisah Ustaz Badawi.
![]() |
| Ustaz Badawi sampaikan maksud kunjungan ke QQ |
Kemudian beliau memperkenalkan salah satu program unggulan yang ada di Lentera Qur'ani, yaitu program Hadabi. Program tersebut adalah program yang mencetak penghafal Al-Qur'an yang hafal detail sampai letak-letaknya.
Acara berlanjut dengan prakata oleh Ustaz Yuli Fajar Prayitno, yang menjadi penghubung antara Lentera Qur'ani dengan PPTQ Qoryatul Qur'an. Beliau menceritakan secara detail proses perjalanan PPTQ Qoryatul Qur'an dari awal berdirinya sampai saat ini.
![]() |
| Ustaz Yuli Fajar Prayitno |
"PPTQ Qoryatul Qur'an berdiri diawali dengan program infak S3 (Sehari Seribu Saja) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan terinspirasi dari program pengkaderan dakwah oleh Dewan Dakwah," kata Ustaz Yuli Fajar.
Kemudian pemaparan Qoryatul Qur'an disempurnakan oleh Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H. Beliau menjelaskan perkembangan Qoryatul Qur'an tahun demi tahun, mulai dari perkembangan komplek, unit, dan program dakwah yang ada di Qoryatul Qur'an.
![]() |
| Ustaz Luthfi Zubaidi |
Kemudian perwakilan dari Lentera Qur'ani menyampaikan detail keperluan yang ingin dipelajari di Qoryatul Qur'an. Di antaranya adalah untuk belajar terkait berikut ini:
- HRD/SDM Kaderisasi
- Manajemen Tahfizhul Qur'an
- Manajemen Kesantrian
- Manajemen Sarpras
- Manajemen Media
- Fundraising/QQ Peduli
- Manajemen Sekolah
- Manajemen Dapur, Koperasi, dan Kantin
Kemudian dilanjutkan dengan majelis bersama Ustadz Setyadi sekaligus menanggapi keperluan yang ingin dicapai oleh Lentera Qur'ani. Beliau menyampaikan bahwa sebenarnya yang harus belajar adalah Qoryatul Qur'an, karena Lentera Qur'ani lebih dahulu memulai dan kini telah memiliki cabang lebih banyak bahkan sampai luar negeri.
Kemudian beliau menanggapi satu per satu terkait poin-poin yang ingin dipelajari: manajemen tahfizh, sekolah, kesantrian, dan lain-lain. "Terkait kepengasuhan, sebenarnya di Qoryatul Qur'an cukup menanamkan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun) karena 5S itu terinspirasi dari pembukaan Kota Makkah," kata Ustaz Setyadi.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Dasar Manajemen Qoryatul Qur'an oleh Ustaz Setyadi Prihatno. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam mendirikan lembaga pendidikan adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai.
Dalam hal ini PPTQ Qoryatul Qur'an memiliki 3 tujuan utama: tujuan final (rida Allah), tujuan strategis (terwujudnya ulama amilin fii sabilillah, pewaris Nabi), dan tujuan operasional (terpenuhinya standar output, ter-sibghah dengan nilai-nilai QQ, komitmen melanjutkan estafet perjuangan).
"Maka kami berharap, Lentera Qur'ani juga memiliki tujuan yang jelas. Untuk apa mendirikan Lentera Qur'ani?" kata Ustaz Setyadi. "Bukan hanya mencetak hafizh, tapi mencetak ulama. Di Qoryatul Qur'an, ada tiga kompetensi yang menjadi tujuan pendidikan: ro'i, da'i, dan murabbi."
Kemudian langkah selanjutnya yaitu bernyali nekat, sebagaimana bonek, saat memulai. Dalam hal ini, sudah seharusnya Lentera Qur'ani lebih berpengalaman karena sudah memulai lebih awal kalau dibandingkan dengan Qoryatul Qur'an.
"Saya berharap SDM Lentera Qur'ani berkontribusi dalam memberikan manfaat untuk lembaganya. Jangan sampai ada SDM yang tidak ada manfaatnya bahkan hanya mengambil manfaat dari lembaga," kata Ustaz Setyadi.
Reporter: Ustaz Salman Al Hawari




Posting Komentar untuk "PPTQ Qoryatul Qur'an Terima Kunjungan dari Yayasan Lentera Qur'ani Klaten"