Peserta Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 Ikuti Materi Edukasi Ular bersama Ustaz Ahmad Jundi Alfarros

Memasuki hari kedua Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, tepatnya Rabu, 19 November 2025, sekira pukul 14.00-17.00 WIB, seluruh peserta mendapat materi edukasi tentang ular, atau snake education. Hujan turun cukup deras, yang mengharuskan kegiatan ini dilaksanakan di Aula Spekta Merbabu.

Berkenan menjadi pemateri snake education adalah Ustaz Ahmad Jundi Alfarros yang akrab dipanggil dengan Bang Jund. Beliau sangat berkompeten pada materi edukasi ular, karena memang tergabung pada komunitas yang fokus pada edukasi, konservasi, dan penyelamatan ular serta reptil lainnya.

Diawal mukadimah, Bang Jund menyapa peserta dengan sapaan yang baik, menanyakan kabar dan keadaan, sambil beliau memperkenalkan diri di depan para peserta. Beliau datang dengan membawa beberapa ular untuk menjadi bahan edukasi.

Bang Jund memperkenalkan setiap nama dari ular yang beliau bawa. Adapun nama-nama ular tersebut adalah kobra jawa (Naja sputatrix), gibug (Calloselasma rhodostoma), welang (Bungarus fasciatus), piton (Malayopython reticulatus), koros (Ptyas korros), dan luwuk (Trimeresurus insularis).

“Siapa di sini yang takut sama ular?” Bang Jund melontarkan pertanyaan kepada para peserta Jambore Formaqin. Ada beberapa yang mengangkat tangannya, karena memang merasa dirinya masih takut degan ular.

Edukasi ular
Edukasi tentang ular bersama Bang Jund

Kemudian Bang Jund memberikan penjelasan terkait ular. “Sebenarnya ular itu takut dengan manusia, maka kita jangan takut dengan ular. Ada pun ketika ular melakukan penyerangan kepada musuh, itu hanya sekedar usaha mempertahankan dirinya.”

Selanjutnya, Bang Jund memberikan penjelasan terkait cara ular mengenali medan dan mangsanya. Ular mengenali medan dan mangsanya dengan mengunakan sensor, adapun sensor-sensor yang dimiliki ular antara lain:

Pertama, sensor gerak. Ada ular yang memiliki sensor gerak. Jika kita diam, maka ular akan menganggap kita benda mati. Tapi kalau kita bergerak, maka ular akan bereaksi dan menyerang kita.

Kedua, sensor panas. Ada ular yang memiliki sensor panas. Jika badan kita mendekat, maka ular akan merasakan panas dan bereaksi akan menyerang kita.

Kemudian ketiga, sensor cahaya. Ada ular yang memiliki sensor cahaya. Jika kita ke sawah dan mengunakan senter kemudian ada ular yang mengejar kita, maka ular itu sedang mengejar cahaya. Biasanya ular tersebut adalah ular yang  berjenis welang dan weling.

Keempat, sensor getar. Ada ular yang memiliki sensor getar. Ketika kita melangkahkan kaki, maka bumi bergetar dan ular merasakan getaran tersebut. Ular tidak akan menganggu kita, jika kita tidak menganggu ular tersebut.

“Bagaimana cara kita mengantisipasi agar ular tidak masuk ke dalam rumah?” tanya Bang Jund. Beliau menjawabnya sendiri. “Biasanya ular masuk ke rumah karena ada tikus di dalamnya. Sedangkan tikus masuk ke rumah biasanya karena rumahnya kotor dan ada makanan-makanan.”

Kemudian Bang Jund melanjutkan, “Maka teman-teman semuanya, jika kita tidak ingin ular masuk ke dalam rumah, bersihkanlah rumah, pastikan tidak ada sisa makanan yang tercecer di rumah.”

Adapun caranya adalah membersihkan rumah dan memberi wewangian berbau tajam seperti baygon, stella, dan sebagainya. Ketika ular mencium wewangian, maka sensor ular akan terganggu.

Bang Jund kemudian memperkenalkan beberapa alat yang biasa beliau gunakan untuk memegang atau menangkap ular, yakni hook atau tongkat ular dan grapstik atau penjepit ular. Alat ini dipakai sedemikian rupa tapi tidak melukai ular.

Bang Jund kemudian memberi tahu langkah-langkah yang dilakukan ketika ketika digigit ular. Kita harus tetap tenang. Kemudian lakukan pembidaian seperti orang patah tulang untuk mencegah pergerakan otot agar bisa tidak menyebar. 

“Jika tidak ada bidai, maka harus didiamkan selama 6 jam tanpa ada pergerakan, agar bisa ular tidak menyebar,” kata Bang Jund. “Jika digigit di leher maka caranya gunakan gip seperti orang yang patah tulang bagian leher.”

Demikianlah kurang lebih apa yang disampaikan Bang Jund. Semoga bisa memberikan pemahaman dasar tentang ular, untuk menghilangkan rasa takut pada binatang melata itu. Memahami peran mereka dalam menjaga keseimbangan ekosistem sebagai pengendali hama.

Reporter: Ustaz Salman Al Hawari

Posting Komentar untuk "Peserta Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 Ikuti Materi Edukasi Ular bersama Ustaz Ahmad Jundi Alfarros"