Senin, 15 Desember 2025. Sekira pukul 08.00 WIB, di tengah suasana pagi yang syahdu di Bumi Perkemahan Qoryatul Qur’an Alasombo, para santri peserta mukhayam calon Taruna Almaqdisi angkatan II mengikuti sesi materi ketarunaan bersama Ustaz Munadif.
Ustaz Munadif mengawali dengan menyampaikan bahwa tujuan pendidikan di PPTQ Qoryatul Qur’an tidak sekadar menjadikan santri hafal Al-Qur’an, tapi yang lebih utama adalah mengamalkan isi Al-Qur’an. Saat ini banyak yang hafiz, bacaan Al-Qur’an sangat bagus, tetapi adab dan perilakunya jauh dari Al-Qur’an.
“Kita lebih suka kalian hafiz, juga mengamalkan apa yang kalian hafalkan,” kata Ustaz Munadif. Maka dari itu, menurut beliau, di pesantren ini ada kegiatan leadership atau kepemimpinan, untuk membentuk generasi muda yang disiplin dan siap menjadi pimpinan di masa depan.
![]() |
| Ustaz Munadif sampaikan materi ketarunaan |
Ustaz Munadif kemudian meminta para santri calon taruna menuliskan big why, tujuan masuk satuan khusus Taruna Almaqdisi. Beragam tujuan yang ditulis para santri, dari keinginan menjadi muslim yang kuat, sampai niat membebaskan Baitul Maqdis.
“Apa yang menjadi alasan terbesar kita untuk bertahan sampai detik ini, jika hanya alasan-alasan dunia, mungkin kita akan kecewa. Maka tujuan utama kita adalah untuk mendapatkan rida Allah. Apa yang menurutmu itu baik dan kamu lakukan, kalau Allah itu tidak meridai maka itu menjadi sesuatu yang buruk. Sementara apa yang diridai Allah itu sudah pasti baik.”
Maka, menurut Ustaz Munadif, cara meraih keridaan Allah itu, pasti juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah, dan kita tinggal mengikuti saja. Jadi tidak perlu membuat cara-cara sendiri. Demikian pula dengan apa yang dilakukan pesantren dengan membentuk satuan khusus Taruna Almaqdisi.
Beliau mengingatkan bahwa Almaqdisi adalah sebuah singkatan. Kepanjangannya adalah alim, mujahid, adib, qaid, dai fisabilillah. Karakter yang dibentuk adalah mujahid yang memiliki kekuatan, yang dengan kekuatan itu bisa menggentarkan musuh.
وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۚ إِن تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
“Janganlah kamu merasa lemah dalam mengejar mereka (musuh). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana kamu menderitanya, sedangkan kamu mengharapkan dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 104)
Kalau kita menderita kesakitan dalam rangka mempersiapkan kekuatan diri, maka sesungguhnya musuh pun menderita kesakitan. Biaya yang mereka keluarkan lebih banyak dari kita. Pelatih-pelatih mereka juga hebat termasuk alat-alat yang canggih mereka melebihi dari kita.
Allah memerintahkan kita menyiapkan fisik dan mental yang kuat. Kemudian berserah kepada Allah karena Dia yang memberikan kemenangan pada hamba yang layak menerimanya. Jangan berharap kepada manusia karena akan membuat kecewa. Berharap hanya kepada Allah saja bukan kepada selain-Nya.
Banyak dijumpai dalam kisah perjuangan, setiap peperangan pasukan muslim itu selalu lebih sedikit jumlahnya tapi bisa menang karena pertolongan Allah. Tidak ada pertolongan yang lain yang mereka harapkan. Makanya kita harus memulai dari Al-Qur’an untuk menyongsong kemenangan itu, agar Allah senantiasa hadir bersama kita dan memberi pertolongan.
Al-Qur’an tidak hanya dihafal saja, kita harus jujur untuk mengamalkan isi di dalamnya. Tanpa hal itu, maka Allah tidak akan datang untuk membantu kita. Jadilah muslim yang kuat karena Allah lebih menyukainya daripada muslim yang lemah.
Setelah big why, kemudian Ustaz Munadif menyampaikan pentingnya strong why, alasan terkuat bagi santri untuk ingin bertahan di taruna ini. Sehingga kita bisa disiplin, tidak melanggar, tidak menyepelekan instruktur, dan sebagainya. Tanyakan pada diri sendiri, karena ini akan menjadi motor penggerak ketika kita merasa futur dan jenuh.
Akhirnya, Ustaz Munadif berpesan agar para calon taruna terus memperkuat mental karena itulah yang akan menjadi penopang lemahnya fisik. Apalagi kegiatan mukhayam ini akan ditutup dengan melaksanakan pendakian di Bukit Mongkrang esok harinya.

Posting Komentar untuk "Hari Kedua Mukhayam Calon Taruna Almaqdisi Angkatan II, Ustaz Munadif Sampaikan Materi Ketarunaan"