PPTQ Qoryatul Qur’an menggelar kegiatan Executive Sharing and Mentoring dalam rangka persiapan Rapat Kerja (Raker) Pondok Pesantren pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Lantai 2 Komplek 06 Asemlegi Gabeng ini diikuti oleh seluruh tim leader unit dan komplek PPTQ Qoryatul Qur’an.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh MC, Ustaz Bambang Wahyudi, S.E., dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd. Selanjutnya, Kepala Litbang PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H., menyampaikan sambutan.
Ustaz Luthfi Zubaidi menyampaikan ucapan selamat datang kepada narasumber, Ustaz Dr. Budi Harjo, M.Pd. Beliau juga memperkenalkan jajaran direktorat serta asatizah PPTQ Qoryatul Qur’an yang hadir pada majelis ini.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya kegiatan sharing dan mentoring sebagai sarana evaluasi tahunan sekaligus persiapan penyusunan program kerja pesantren yang lebih terarah dan terukur.
![]() |
| Dr. Budi Harjo menjadi pemateri mentoring proker |
Pemateri kali ini adalah Ustaz Dr. Budi Harjo, M.Pd. yang merupakan Direktur Pendidikan Ma’had Baitul Hikmah Sukoharjo. Beliau menyampaikan materi tentang tata cara penyusunan program kerja unit dan komplek pesantren.
Ustaz Budi Harjo menjelaskan bahwa raker yang akan dilaksanakan diharapkan menghasilkan empat Buku Induk Manajemen Qoryatul Qur’an sebagai fondasi tata kelola (good governance) pesantren.
Empat dokumen tersebut meliputi Buku I RPJM (Rencana Program Jangka Menengah) Tahun 2026–2030, Buku II RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan) Tahun 2026–2027, Buku III SOP (Standard Operating Procedure), serta Buku IV KPI dan Monev (Key Performance Indicator dan Sistem Monitoring Evaluasi).
Menurut beliau, penyusunan dokumen tersebut harus diawali dengan beberapa dokumen dasar, yaitu Dokumen Arah Kebijakan Yayasan yang berisi visi, misi, nilai-nilai, target besar lima tahunan, evaluasi kinerja tahun sebelumnya, serta analisis SWOT yang mencakup aspek strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), dan threats (ancaman).
Raker menjadi sarana evaluasi terhadap capaian dan kinerja tahun sebelumnya sehingga program yang dirancang benar-benar ke depannya bis menjawab kebutuhan dan tantangan pesantren.
Ustaz Budi Harjo menjelaskan bahwa RPJM disusun untuk jangka waktu lima tahun dengan target yang jelas pada setiap bidang. Bidang pendidikan misalnya mencakup target jumlah santri, mutu hafalan, mutu akademik, prestasi, dan akreditasi.
Bidang kepesantrenan mencakup penguatan budaya disiplin, pembinaan karakter, organisasi santri, pembinaan ibadah, serta kepemimpinan. Sementara bidang SDM menargetkan kaderisasi, pelatihan, sertifikasi, dan jenjang karier guru dan karyawan.
Selain itu, bidang sarana dan prasarana diarahkan pada pengembangan asrama, masjid, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan digitalisasi. Bidang keuangan difokuskan pada peningkatan kemandirian ekonomi, pengembangan unit usaha, fundraising, serta efisiensi anggaran.
Adapun bidang alumni diarahkan pada penguatan database alumni, pelacakan studi lanjut, jaringan dakwah, dan program beasiswa. Itu hanya contoh saja, bisa dikembangkan sesuai kebutuhan.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai penyusunan RKAT yang berisi program kerja tahunan masing-masing unit. Contohnya, unit pendidikan menyusun program seleksi santri, pembelajaran, ujian, dan wisuda tahfizh.
Bidang kepengasuhan menyusun program pembinaan akhlak, disiplin, kegiatan harian, serta pembinaan organisasi santri. Sementara itu, Pusdiklat fokus pada program diklat kepemimpinan, pelatihan guru, workshop, dan Training of Trainers (TOT).
Sebagai tindak lanjut dari materi yang disampaikan, seluruh peserta diminta menyusun dokumen sesuai bidang tugas masing-masing yang meliputi job desk, indikator keberhasilan, evaluasi, analisis SWOT, RPJM, dan RKAT. Hasil penyusunan dipresentasikan dan dinilai langsung oleh Ustaz Dr. Budi Harjo, M.Pd.
![]() |
| Pemberian kenang-kenangan dari pesantren untuk Ustaz Budi Harjo |
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh unit dan komplek di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun perencanaan strategis dan program kerja, sehingga tata kelola pesantren semakin profesional, terukur, dan berkelanjutan dalam mewujudkan visi besar lembaga.


Posting Komentar untuk "Executive Sharing dan Mentoring Persiapan Raker, PPTQ Qoryatul Qur’an Matangkan Tata Kelola Pesantren"