Usai Pembukaan GRACE Camp 2026, Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an Tekankan Strategisnya Peran QQ Media dalam Transformasi Dakwah

Sebanyak 133 mahasantri putri dari lima Ma’had Aly mengikuti GRACE Camp 2026 di Bumi Perkemahan Qoryatul Qur’an (Bumper QQ) Alasombo, Kamis–Sabtu, 24–26 September 2026. Tema yang diusung adalah “Growth with Grace, Living with Purpose”. 

Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I., yang berkenan hadir pada sesi pembukaan, sempat menyampaikan arahan kepada QQ Media yang bertugas mengawal dokumentasi kegiatan di alam terbuka ini.

Beliau menegaskan bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan pesantren seharusnya tidak dipandang sekadar sebagai agenda rutin atau formalitas. Setiap kegiatan merupakan momen strategis dan bagian dari langkah menuju peradaban yang rahmatan lil ‘alamin.

Dalam konteks tersebut, Ustaz Setyadi menekankan pentingnya media sebagai bagian dari proses dakwah. Media, menurut beliau, tidak cukup hanya menjalankan fungsi dokumentasi, tetapi juga harus aktif melakukan peliputan dan publikasi terhadap berbagai kegiatan yang memiliki nilai dan pesan penting.

Beliau menjelaskan setidaknya terdapat tiga fungsi utama yang perlu dimainkan oleh Tim QQ Media, yaitu peliputan atau reportase, dokumentasi, dan publikasi. Reportase menuntut tim untuk aktif mencari dan menangkap berbagai peristiwa di lingkungan pesantren, tidak hanya menunggu undangan untuk meliput.

Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur'an
Ustaz Setyadi Prihatno mengingatkan peran QQ Media dalam transformasi dakwah

Lingkungan pesantren memiliki banyak hal yang dapat diberitakan, mulai dari kegiatan sederhana hingga agenda besar. Melalui reportase, berbagai nilai, gagasan, dan pesan yang muncul dalam sebuah kegiatan dapat disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk tulisan maupun produk media lainnya.

Sementara itu, dokumentasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan merekam. Dokumentasi perlu dikelola dan diarsipkan dengan baik sehingga dapat menjadi basis data yang berguna untuk evaluasi, pengembangan program, maupun kebutuhan publikasi pada masa mendatang.

Adapun publikasi menjadi bagian penting agar berbagai kegiatan dan nilai positif yang dilakukan pesantren dapat diketahui oleh masyarakat secara lebih luas. Ustaz Setyadi menilai pemanfaatan media sosial menjadi salah satu sarana yang strategis karena mampu menjangkau masyarakat dalam cakupan yang luas.

Beliau menyebutkan tiga kekuatan media yang perlu dimanfaatkan dalam dakwah, yaitu kemampuan menjangkau audiens yang luas, membentuk opini publik dengan cepat, serta membangun komunitas dan jejaring dalam jangkauan yang lebih besar.

Lebih jauh, Ustaz Setyadi mengarahkan agar media tidak berhenti pada aktivitas publikasi, tetapi mampu mendorong transformasi dakwah dan transformasi sosial. Kata kunci yang ditekankan adalah perubahan, baik dalam cara pesantren menjalankan kegiatannya maupun dalam cara masyarakat memandang dan merespons dakwah.

Beliau juga mengingatkan bahwa media memiliki fungsi sebagai sarana branding. Branding yang dibangun, kata beliau, harus mampu menghadirkan citra positif tentang pesantren, dakwah Islam, dan santri. “Kita ingin menepis jauh kesan-kesan negatif pesantren, kesan negatif dakwah Islam,” tegas beliau.

Karena itu, Tim QQ Media diharapkan mampu menampilkan berbagai sisi positif dari aktivitas pesantren secara lebih kuat dan proporsional. Meskipun masih terdapat kekurangan dalam setiap proses, media diharapkan dapat membantu masyarakat melihat berbagai ikhtiar, karya, dan manfaat yang sedang dibangun.

Melalui gambaran positif tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi terdorong untuk berpartisipasi, terlibat, dan memberikan dukungan terhadap berbagai program dakwah dan pendidikan yang dijalankan pesantren.

Ustaz Setyadi juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun media. Menurut beliau, sebuah kolaborasi akan lebih mudah dibangun apabila telah tersedia contoh nyata yang menunjukkan hasil. Karena itu, para inisiator harus berani memulai, berkorban, dan membuktikan terlebih dahulu agar pihak lain memiliki keyakinan untuk ikut berkolaborasi.

Beliau juga memberikan perhatian pada pengembangan budaya tulis-menulis. Menurut beliau, tulisan memiliki kekuatan untuk memperluas jangkauan gagasan seseorang. Kehadiran seorang tokoh dalam sebuah kegiatan mungkin terbatas oleh waktu dan tenaga, tetapi gagasan yang dituangkan dalam tulisan dapat terus dibaca dan disebarluaskan.

Media dan literasi memiliki peran strategis dalam menjaga, menyebarkan, dan mengembangkan gagasan dakwah. Karena itu, Tim QQ Media diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumentasi visual, tetapi juga aktif mengolah peristiwa menjadi informasi dan pengetahuan yang dapat memberikan manfaat lebih luas.

Di sisi lain, Ustaz Setyadi mengingatkan Tim QQ Media agar memahami alasan media ditempatkan sebagai bidang yang memiliki ruang gerak lebih otonom. Menurut beliau, hal tersebut menunjukkan bahwa media dipandang memiliki peran strategis sehingga membutuhkan keseriusan, sumber daya, kreativitas, dan pola kerja yang sesuai dengan karakteristiknya.

Arahan tersebut sekaligus menjadi penguatan bagi Tim QQ Media untuk memanfaatkan setiap momentum di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an sebagai bagian dari gerakan dakwah.

GRACE Camp 2026, dengan seluruh rangkaian kegiatan dan pesan yang dibawanya, bukan hanya menjadi kegiatan bagi 133 mahasantri putri dari lima Ma’had Aly, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan contoh pendidikan dan pembinaan yang dapat diketahui serta dipelajari oleh masyarakat luas.

Dengan demikian, media diharapkan mampu menjadi bagian dari perjalanan perubahan tersebut: merekam prosesnya, menuliskan gagasannya, menyebarluaskan nilai-nilainya, dan membangun jejaring agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang.

Posting Komentar untuk "Usai Pembukaan GRACE Camp 2026, Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an Tekankan Strategisnya Peran QQ Media dalam Transformasi Dakwah"