Santri kelas XI Ta’jil MATQ Qoryatul Qur’an menuntaskan pembelajaran kitab Ayyuhal Walad karya Hujjatul Islam Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali. Kajian yang diampu oleh Ustaz Zakki Zayrofi tersebut berlangsung sejak 13 Juli 2026 dan resmi selesai pada Selasa, 29 September 2026.
Pembelajaran dilaksanakan secara rutin setiap Kamis bakda zuhur sebagai bagian dari program dirasah kelas. Selama kurang lebih dua setengah bulan, para santri mempelajari nasihat-nasihat berharga Imam Al-Ghazali yang berfokus pada pembinaan akhlak, penyucian jiwa, serta adab dalam menuntut ilmu.
Kitab Ayyuhal Walad yang berarti “Wahai Anakku” merupakan salah satu karya Imam Al-Ghazali yang lahir dari permintaan seorang murid beliau yang menginginkan nasihat singkat sebagai pegangan hidup. Meskipun ditulis untuk seorang murid, kandungan kitab ini ditujukan bagi seluruh penuntut ilmu yang ingin memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
![]() |
| Santri kelas XI Ta’jil selesaikan kajian Kitab Ayyuhal Walad |
Keistimewaan kitab ini terletak pada cara Imam Al-Ghazali menyampaikan nasihat dengan penuh kasih sayang layaknya seorang ayah kepada anaknya. Setiap nasihat tidak hanya berbicara tentang ilmu, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut diamalkan dalam kehidupan. Karena itu, Ayyuhal Walad dikenal luas sebagai salah satu kitab pendidikan akhlak dan pendidikan jiwa yang sangat berharga bagi para penuntut ilmu.
Dalam pembelajaran ini, para santri diajak memahami bahwa tujuan menuntut ilmu bukanlah untuk mencari kebanggaan, kedudukan, harta, atau popularitas duniawi. Imam Al-Ghazali berulang kali menegaskan pentingnya amal nyata dan keikhlasan, karena ilmu yang tidak diamalkan justru dapat menjadi beban bagi pemiliknya.
Selain membahas hubungan antara ilmu dan amal, kitab ini juga mengajarkan pentingnya membersihkan hati dari berbagai penyakit batin seperti riya, sombong, cinta dunia yang berlebihan, dan sikap merasa paling benar.
Nasihat-nasihat tersebut menjadi bekal penting bagi santri agar tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan akhlak yang mulia.
Salah satu tema penting yang dipelajari dalam kitab ini adalah panduan memilih guru yang dapat membimbing hati dan akhlak. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa seorang guru tidak cukup hanya memiliki keluasan ilmu, tetapi juga harus menjadi teladan dalam amal, keikhlasan, dan ketakwaan.
Ustaz Zakki Zayrofi menjelaskan bahwa pembelajaran kitab Ayyuhal Walad bertujuan mendidik santri agar mampu membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin serta membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Melalui kajian ini, santri diharapkan mampu mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah tantangan zaman yang sering mengukur keberhasilan dari aspek materi dan popularitas, pesan-pesan Imam Al-Ghazali dalam Ayyuhal Walad tetap relevan untuk membentuk generasi penuntut ilmu yang ikhlas, beradab, dan berorientasi pada rida Allah Swt.
Selesainya kajian Ayyuhal Walad menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan keilmuan santri kelas XI Ta’jil. Semoga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terus hidup dalam diri para santri, membimbing mereka menjadi penuntut ilmu yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia.

Posting Komentar untuk "Santri Kelas XI Ta’jil MATQ Qoryatul Qur’an Tuntaskan Kajian Kitab Ayyuhal Walad"